Prakirawan BBMKG Wilayah I Budi Prasetyo saat memaparkan prakiraan cuaca Sumatera Utara untuk Minggu .ANTARA/Juraidi
Hujan Lebat Ancam Sumut Besok, BMKG Imbau Waspada Banjir dan Longsor
Whisnu Mardiansyah • 18 July 2026 21:27
Medan: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan sejumlah daerah di Sumatra Utara berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Minggu, 19 Juli 2026. Kondisi ini patut diwaspadai karena berisiko memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah rawan.
Prakirawan BBMKG Wilayah I Budi Prasetyo menyampaikan pada Minggu pagi, hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah Kepulauan Nias.
Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan hingga lebat diprediksi mengguyur sebagian besar wilayah Sumatera Utara. Sementara pada malam hari, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Dairi, Pakpak Bharat, Mandailing Natal, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Langkat, Humbang Hasundutan, dan sekitarnya. Pada dini hari, kondisi langit diprediksi berawan di seluruh wilayah Sumut.
Suhu udara rata-rata berkisar antara 15 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan 65 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga timur dengan kecepatan 2–15 km per jam.
"Waspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di pegunungan, lereng timur, lereng barat, dan pantai barat Sumatera Utara yang dapat menyebabkan bencana seperti banjir dan longsor," kata Budi di Medan, seperti dilansir Antara, Sabtu, 18 Juli 2026.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Indah Riandiny Puteri mengungkapkan sejumlah perairan di Sumatra Utara berpotensi menghadapi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter pada periode 19 hingga 21 Juli 2026. Pola angin di wilayah Sumut umumnya bergerak dari arah timur ke barat laut dengan kecepatan berkisar 5–25 knot.
Gelombang tinggi berpotensi terjadi di perairan timur Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, perairan barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, perairan Kepulauan Batu, serta perairan barat Sumatera Utara.
Nelayan yang menggunakan perahu diimbau waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Kapal tongkang juga diminta meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Ilustrasi Medcom.id