Kapten Timnas Korea Selatan, Son Heung-min. Foto: Instagram @thekfa
Kronologi Perang Dingin Timnas Korsel vs Jurnalis Korsel, Buntut Ujaran Tak Pantas Sasar Son Heung-min
Muhamad Marup • 17 June 2026 13:20
Jakarta: Perang dingin antara timnas Korea Selatan dan jurnalis Korea Selatan menjadi sorotan di tengah gelaran Piala Dunia 2026. Peristiwa tersebut buntut suara jurnalis 'bocor' dalam video liputan latihan Timnas Korea Selatan, yang memuat ujaran tidak pantas kepada Kapten Timnas Korsel Son Heung-min.
Insiden tersebut berdampak pada sikap Timnas Korea Selatan terhadap para jurnalis. Diberitakan bahwa Son Heung-min sampai enggan memberikan keterangan usai kemenangan Korea Selatan vs. Ceko dengan skor 2-1.
Dampak insiden tersebut juga semakin meluas. Kepala bagian media Timnas Korea Selatan dilaporkan mundur karena tidak bisa menangani sikap dari para jurnalis.
KFA dikabarkan juga membatasi interaksi antara jurnalis dengan para pemain.
Metrotvnews.com telah merangkum kronologi dan pernyataan resmi dari Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA).
Kronologi Insiden Timnas Korea Selatan dan Jurnalis
Kejadian bermula saat munculnya video latihan Timnas Korea Selatan pada 9 Juni 2026. Video yang dirilis kanal Youtube Joongang Tongyang Broadcasting Company (JTBC) itu secara tidak sengaja memuat rekaman suara berisi pernyataan tidak pantas yang memicu kontroversi.Pada salah satu potongan video saat kapten Timnas Korea Selatan, Son Heung-min berlatih, dapat terdengar ucapan seorang yang sedang melihat berkata, "Ia berlari seperti ketua peleton," dan "Ia berlari seperti sedang di militer".
Terdengar juga suara orang lain dengan ucapan lebih vulgar seperti "Ia bahkan belum wajib militer," dan "Mereka bahkan tidak tahu hal utama tentang kemiliteran".
Sebagi informasi, Son Heung-min memang sempat menjadi pemberitaan ketika ia harus melaksanakan wajib militer yang merupakan kewajiban bagi warga Korea Selatan pada tahun 2018.
Setelah berhasil membawa Timnas Sepak Bola Korea Selatan meraih medali emas di Asian Games 2018, Pemerintah Korea Selatan memberikan pengecualian terhadap Son.
JTBC Beri Klarifikasi
Selama video tersiar tanpa editan, kritik di media sosial bermunculan. Banyak spekulasi menyebut bahwa ujaran tidak pantas berasal dari reporter yang merekam video.JTBC segera mengklarifikasi bahwa hal tersebut tidak benar. Menurut JTBC, suara di sekitar proses perekaman terekam nyaring.
"Karena ini adalah sesi pelatihan terbuka, banyak orang hadir di lokasi, dan suara individu yang tidak disebutkan namanya terekam bersamaan," tulis JTBC, mengutip www.asiae.co.kr, Selasa, 17 Juni 2026.
JTBC juga sepakat bahwa ujaran dalam rekaman tersebut tidak pantas. Maka dari itu, JTBC merilis ulang versi yang sudah diedit dan menghapus segmen yang bermasalah.
Timnas Korea Selatan. Foto: Instagram: @thekfa
Pernyataan Resmi KFA
Menanggapi kontroversi tersebut, KFA secara resmi menyatakan bahwa tim merasa kecewa atas kejadian tersebut. Padahal, tim sedang mempersiapkan diri mewakili negara di Piala Dunia dengan bangga dan rasa tanggung jawab.KFA menghormati pekerjaan jurnalis dan peran media. Meski demikian, KFA meminta pertimbangan yang lebih matang dan sikap bertanggung jawab terhadap tim nasional dan para pemain.
KFA menekankan bahwa selama peliputan harus berlandaskan rasa saling menghormati dan kepercayaan. Penghormatan serta perlindungan pemain harus menjadi prioritas.
"Ke depannya, kami akan terus memprioritaskan perlindungan skuad dan berupaya menciptakan lingkungan yang sehat untuk kegiatan media," tulis KFA, dikutip dari www.asiae.co.kr.