Tahun Ajaran Baru di Gunungkidul, Ratusan SD Negeri dan Swasta Sepi Peminat

ilustrasi medcom.id

Tahun Ajaran Baru di Gunungkidul, Ratusan SD Negeri dan Swasta Sepi Peminat

Ahmad Mustaqim • 17 June 2026 17:10

Gunungkidul: Ratusan Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami kekurangan murid pada tahun ajaran 2026/2027. Kondisi ini terjadi baik di sekolah negeri maupun swasta, dengan mayoritas merupakan SD berstatus negeri.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Nunuk Setyowati, mengungkapkan fenomena ini terjadi setelah proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) secara daring resmi ditutup. Banyak sekolah yang kuota rombongan belajarnya tidak terpenuhi hingga akhir masa pendaftaran.

"Kekurangan murid terjadi di sekolah negeri dan swasta," kata Nunuk Setyowati saat dihubungi di Gunungkidul, Rabu, 17 Juni 2026.

Data Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul menunjukkan hasil yang cukup mencengangkan. Dari total 463 SD yang terdiri atas 401 sekolah negeri dan 62 sekolah swasta, hanya 36 sekolah yang berhasil memenuhi kuota rombongan belajar minimal 28 siswa per kelas.

"Sebanyak 172 SD mendapatkan murid kurang dari 10 siswa. Sebanyak 255 sekolah lainnya menerima lebih dari 10 siswa, tapi belum mencapai batas minimal rombel," jelas Nunuk.
 


Dengan demikian, hanya sekitar 7,7 persen dari total SD di Gunungkidul yang berhasil memenuhi target penerimaan murid baru pada tahun ajaran ini. Nunuk memperkirakan situasi ini terjadi akibat program keluarga berencana yang masih terus dijalankan masyarakat. Kondisi tersebut menyebabkan jumlah anak usia sekolah semakin berkurang dari tahun ke tahun.

Program KB yang berhasil menekan angka kelahiran berdampak pada menurunnya jumlah calon peserta didik baru. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Gunungkidul, tetapi juga menjadi tantangan bagi daerah lain di Indonesia.

Meskipun pendaftaran daring telah ditutup, Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul membuka kesempatan bagi sekolah yang belum terpenuhi kuota rombelnya untuk tetap menerima pendaftar. Pendaftaran kini dapat dilakukan secara luring atau offline dengan datang langsung ke sekolah.


Ilustrasi sekolah. Foto: Metrotvnews/Roni Kurniawan


"Pendaftaran saat ini bisa dilakukan offline. Dispensasi pendaftaran murid bagi sekolah yang kuota rombel belum terpenuhi bisa dilakukan sampai sebelum tahun ajaran dimulai," kata Nunuk.

Kebijakan ini diambil untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat yang belum sempat mendaftar secara daring serta membantu sekolah-sekolah yang masih kekurangan murid untuk memenuhi kuota minimal rombongan belajar.

Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul akan terus memantau perkembangan penerimaan murid baru hingga tahun ajaran 2026/2027 resmi dimulai. Sekolah-sekolah yang masih kekurangan murid diimbau untuk tetap membuka pintu bagi calon siswa baru yang ingin mendaftar.

(Whisnu M)