BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb). Foto: Tangkapan layar laman BMKG.
BMKG: 5 Wilayah Ini Diintai Awan Cumulonimbus Padat
Fachri Audhia Hafiez • 22 June 2026 14:20
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di sejumlah wilayah Indonesia untuk periode 23-29 Juni 2026. Kemunculan awan tebal yang kerap memicu cuaca ekstrem ini diprediksi menyelimuti wilayah daratan dan perairan dengan persentase cakupan yang bervariasi.
"Potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus merupakan produk prakiraan cuaca penerbangan yang dihasilkan dari model cuaca numerik untuk mendapatkan informasi sebaran pertumbuhan awan Cumulonimbus di wilayah Indonesia yang berlaku untuk 7 (tujuh) hari kedepan," tulis BMKG di laman resminya dikutip Metrotvnews.com pada Senin, 22 Juni 2026.
Dalam rilis tersebut, BMKG membagi tingkat kepadatan awan ke dalam tiga kategori cakupan spasial maksimum. Kategori tersebut meliputi Isolated (ISOL) dengan cakupan kurang dari 50%, Occasional (OCNL) berkisar 50-75%, serta Frequent (FRQ) yang memiliki cakupan area paling padat yakni di atas 75%.
Wilayah dengan Potensi Sangat Padat (>75%)
Berdasarkan data cuaca numerik BMKG, awan Cumulonimbus dengan kategori Frequent (FRQ) atau cakupan spasial sangat padat di atas 75% diprediksi akan terkonsentrasi di lima titik wilayah selama sepekan ke depan. Wilayah-wilayah tersebut meliputi:
- Kepulauan Bangka Belitung
- Laut Banda
- Samudra Hindia barat Bengkulu
- Samudra Hindia barat Lampung
- Selat Karimata bagian selatan
Sebaran Potensi Kepadatan Sedang (50-75%)
Untuk kategori Occasional (OCNL) dengan persentase cakupan spasial maksimum antara 50% hingga 75%, BMKG mendeteksi sebaran yang jauh lebih luas mencakup puluhan wilayah di Indonesia.
Untuk wilayah daratan, potensi ini mengintai Aceh, Jambi, Jawa Barat, Lampung, Riau, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Gorontalo, seluruh provinsi di Kalimantan.
Kemudian, seluruh provinsi di Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, serta seluruh wilayah Papua. Kepulauan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau juga masuk dalam daftar ini.
.jpg)
Ilustrasi cuaca buruk. Foto: Dok. Antara.
Selain daratan, wilayah perairan mendominasi kategori sedang ini. Di antaranya Laut Arafuru (bagian barat dan tengah), Laut Banda, Laut Flores, Laut Jawa (bagian barat, tengah, timur), Laut Maluku, Laut Natuna Utara, Laut Sulawesi bagian timur, serta Teluk Bone.
Jalur samudra dan selat juga tidak luput dari pemantauan. Yakni, meliputi Samudra Hindia barat (Aceh, Bengkulu, Kep. Mentawai, Kep. Nias), Samudra Hindia selatan (Banten, DI Yogyakarta), Samudra Pasifik utara (Maluku, Papua, Papua Barat Daya), Selat Karimata (bagian selatan dan utara), Selat Makassar (bagian selatan, tengah, utara), serta Selat Malaka (bagian tengah dan utara).