Satgas PRR Aceh Pastikan Perbaikan Jembatan Panton Labu Dilakukan dengan Cepat

Kepala Pos Komando Wilayah PRR Aceh, Safrizal ZA. Foto: Istimewa.

Satgas PRR Aceh Pastikan Perbaikan Jembatan Panton Labu Dilakukan dengan Cepat

Anggi Tondi Martaon • 23 June 2026 19:03

Jakarta: Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra memastikan perbaikan Jembatan Panton Labu di KM 328 Kabupaten Aceh Utara dilakukan dengan cepat. Perbaikan akses utama jalur transportasi utama di Aceh Utara tersebut dilakukan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Saat ini penanganan sudah dilakukan oleh tim teknis Bina Marga," ujar Kepala Pos Komando Wilayah PRR Aceh, Safrizal ZA, melalui keterangan tertulis, Selasa, 23 Juni 2026.

Safrizal menjelaskan, dirinya telah menerima laporan dari Direktur Jenderal Bina Marga, Roy Rizali Anwar, terkait kondisi terkini jembatan. Kerusakan terjadi pada bagian segmental jembatan akibat beton yang mengalami keropos di area expansion joint.

Kerusakan teridentifikasi pada lantai jembatan dengan luasan sekitar 0,7 meter x 2,7 meter. Jembatan tipe RBA yang dibangun pada 1992 tersebut memiliki panjang bentang 93 meter dan lebar 9,1 meter.

Meski terdapat kerusakan pada sebagian lantai, hasil pemeriksaan awal menunjukkan struktur utama jembatan masih dalam kondisi aman. Oleh karena itu, penanganan difokuskan pada perbaikan bagian yang mengalami kerusakan guna mencegah penurunan kondisi yang lebih lanjut.

"Tim telah melakukan asesmen lapangan dan segera melaksanakan penanganan darurat menggunakan metode beton fast track agar perbaikan dapat dilakukan lebih cepat serta meminimalkan gangguan terhadap lalu lintas," ungkap Safrizal.

Safrizal menegaskan bahwa respons cepat dari Ditjen Bina Marga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keandalan infrastruktur publik. Khususnya pada ruas jalan nasional yang memiliki peran strategis bagi konektivitas wilayah Aceh.

Kepala Pos Komando Wilayah PRR Aceh, Safrizal ZA. Foto: Istimewa.

Menurut Safrizal, Jembatan Panton Labu merupakan salah satu simpul transportasi penting yang mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta aktivitas perekonomian di kawasan pantai utara Aceh. Oleh karena itu, percepatan penanganan menjadi langkah yang sangat penting.

"Kami mengapresiasi langkah cepat Bina Marga. Yang terpenting saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat serta menjaga agar aktivitas ekonomi dan distribusi barang tetap berjalan dengan baik," kata Safrizal.

Pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap proses perbaikan hingga pekerjaan selesai dan jembatan dapat beroperasi secara optimal. Masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi pengaturan lalu lintas yang diberlakukan selama proses penanganan berlangsung.

(Anggi Tondi)