Ilustrasi: Pexels
Jangan Abaikan, Kenali 5 Tanda Bahaya Saat Lari Maraton
Riza Aslam Khaeron • 18 June 2026 20:46
Jakarta: Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 akan kembali menyapa para pencinta lari di kawasan megah Candi Prambanan, Yogyakarta, pada Minggu, 21 Juni 2026.
Mengusung tema "More Than a Race", ajang tahun ini diprediksi akan sangat meriah karena diikuti oleh 10.200 pelari dari 17 negara, menjadikannya gelaran dengan jumlah peserta terbesar sepanjang sejarah MJM sejak pertama kali diselenggarakan pada 2017.
Euforia dan semangat para pelari tentu patut diacungi jempol. Namun, di balik antusiasme yang membara, para pelari kerap kali menghiraukan sinyal-sinyal bahaya dari tubuh yang menandakan perlunya berhenti sejenak dan beristirahatMengusung tema "More Than a Race", ajang tahun ini diprediksi akan sangat meriah karena diikuti oleh 10.200 pelari dari 17 negara, menjadikannya gelaran dengan jumlah peserta terbesar sepanjang sejarah MJM sejak pertama kali diselenggarakan pada 2017.
Lantas, apa saja tanda-tanda berbahaya saat berlari yang harus diwaspadai? Berikut adalah tanda-tanda bahaya akibat lari berlebihan yang tidak boleh Anda abaikan:
1. Nyeri Dada atau Rasa Tertekan di Dada
.jpg)
Foto: Ketut Subiyanto/Pexels
Nyeri dada saat berlari bukanlah alarm yang boleh Anda abaikan begitu saja. Tanda-tanda serangan jantung sering kali muncul berupa rasa tidak nyaman di bagian tengah dada yang berlangsung selama beberapa menit, hilang-timbul, atau terasa seperti ditekan, diremas, dan terasa penuh.
Rasa nyeri ini juga bisa menjalar ke area lengan, punggung, leher, rahang, hingga perut, yang kerap kali disertai dengan sesak napas, keringat dingin, mual, atau pusing.
2. Sesak Napas Berat yang Tidak Wajar
Meskipun napas terengah-engah adalah hal yang lumrah selama maraton, sesak napas yang terasa sangat berat dan tidak wajar wajib diwaspadai.Jika sesak napas tersebut muncul secara mendadak, tidak kunjung membaik meskipun Anda telah memperlambat tempo lari, atau bahkan disertai dengan nyeri dada dan pusing, ini merupakan sinyal bahaya.
Kondisi ini bisa menjadi indikasi adanya gangguan pada jantung atau paru-paru, kelelahan ekstrem, atau kondisi tubuh yang mengalami kepanasan (overheating) yang membutuhkan penanganan medis segera.
3. Pusing Berat atau Sensasi Hampir Pingsan
Jika anda merasakan sensasi pusing berat, kehilangan keseimbangan, atau rasa hampir pingsan ini terjadi di tengah-tengah jalur perlombaan, Anda harus segera menepi dan meminta bantuan dari tim medis yang bersiaga di sepanjang rute.| Baca Juga: 10.200 Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026 |
4. Suhu Tubuh Sangat Panas dan Kulit Memerah
Heat stroke merupakan tingkat cedera akibat panas yang paling serius dan dapat terjadi ketika suhu inti tubuh melonjak drastis hingga mencapai 40 derajat Celsius atau lebih. Kondisi ini sangat rentan dialami oleh pelari yang memaksakan diri beraktivitas di bawah terik matahari dalam waktu lama.Tanda-tanda fisik seperti kulit yang memerah, tubuh yang terasa sangat panas saat disentuh, mual, muntah, hingga penurunan kesadaran harus segera ditangani sebagai keadaan darurat medis yang fatal jika terlambat ditolong.
5. Kram Otot Parah Disertai Kelemahan Ekstrem
Kram otot ringan memang biasa dialami oleh pelari di tengah perlombaan akibat kelelahan. Namun, kram otot yang terasa sangat parah, menjalar ke beberapa bagian tubuh, disertai dengan kelemahan fisik yang luar biasa hingga membuat Anda tidak mampu lagi melanjutkan langkah kaki, harus disikapi dengan serius.Kondisi ini biasanya berkaitan erat dengan kelelahan ekstrem akibat panas, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit yang parah, atau masalah struktural otot yang memerlukan evaluasi medis mendalam sebelum Anda diizinkan berlari kembali.
Berlari memang merupakan olahraga yang luar biasa untuk kesehatan fisik dan mental, tetapi tubuh kita bukanlah mesin tanpa batas.
Di tengah riuhnya persiapan dan semangat menyambut Mandiri Jogja Marathon 2026, hal terpenting yang harus selalu diingat oleh setiap pelari adalah menghargai sinyal yang diberikan oleh tubuh sendiri. Kenali tanda bahayanya, istirahatlah secara bijak saat dibutuhkan, dan nikmati setiap kilometer perjalanan lari Anda dengan aman.