Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto: Istimewa.
Ekonomi Sumber Kekuatan Pertahanan Negara
Anggi Tondi Martaon • 25 June 2026 19:11
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan kekuatan pertahanan bertumpu pada kemampuan ekonomi sebuah negara . Semakin kuat fondasi ekonomi membuat negara bisa membangun teknologi, industri strategis, dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) secara mandiri.
Hal itu disampaikan AHY saat berkunjung ke Akademi Angkatan Laut di Surabaya. "Ekonomi kita harus tumbuh dengan baik. Karena dengan ekonomi yang tumbuh, kita punya kemampuan yang lebih besar untuk memajukan alutsista dan memajukan sumber daya manusia pertahanan kita,” kata AHY melalui keterangan tertulis, Kamis, 25 Juni 2026.
AHY menilai Indonesia terus memperkuat kemandirian teknologi pertahanan tanpa menutup diri dari kerja sama internasional. Menurut dia, kerja sama dengan negara-negara yang lebih maju perlu dimanfaatkan untuk mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi.
AHY menyebut sejumlah langkah yang perlu terus diperkuat. Mulai dari transfer of knowledge, transfer of technology, joint research, hingga joint production.
Selain itu, AHY menegaskan pembangunan kekuatan maritim tidak hanya berbicara tentang kapal perang dan personel Angkatan Laut. Di belakangnya terdapat ekosistem besar yang harus dibangun secara simultan.

Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat mengunjungi Akademi Angkatan Laut di Surabaya, Jatim. Foto: Istimewa.
Ekosistem yang dimaksud yaitu pelabuhan, industri galangan kapal, jalur logistik laut, hingga pengembangan ekonomi biru.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang besar menjadikan sektor maritim sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi dan pembangunan pertahanan tidak boleh dipandang sebagai dua agenda yang terpisah.
“Kita ingin menjaga kedaulatan. Kita ingin mandiri. Dan semua itu dimulai dari kemampuan bangsa membangun kekuatannya sendiri,” ujar AHY.