Dinilai Provokatif, Iran Kecam Pernyataan AS-Dewan Teluk Soal Selat Hormuz

Selat Hormuz jadi perairan penting dalam rute perdagangan minyak. Foto: Anadolu

Dinilai Provokatif, Iran Kecam Pernyataan AS-Dewan Teluk Soal Selat Hormuz

Muhammad Reyhansyah • 26 June 2026 21:05

Teheran: Iran mengecam pernyataan bersama Amerika Serikat (AS) dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), dengan menyebutnya sebagai sikap yang "provokatif, tidak bertanggung jawab, dan mencampuri urusan" kawasan. 

Teheran juga mendesak negara-negara Teluk meninjau kembali kebijakan keamanan regional mereka.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat, 26 Juni 2026, Kementerian Luar Negeri Iran mengkritik pernyataan bersama yang dikeluarkan setelah pertemuan tingkat menteri GCC-AS di Bahrain sehari sebelumnya.

Teheran menilai komitmen Washington terhadap keamanan negara-negara anggota GCC hanya sebatas retorika. Menurut Iran, kehadiran militer AS di kawasan justru menjadi sumber ketidakstabilan dan perpecahan.

Iran juga menyinggung penggunaan pangkalan militer dan fasilitas di sejumlah negara kawasan selama serangan AS dan Israel terhadap Iran.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan peristiwa tersebut menunjukkan Washington tidak mempertimbangkan keamanan negara-negara mitranya di kawasan.

Teheran kemudian mendesak negara-negara yang wilayahnya digunakan dalam operasi militer tersebut untuk meninjau kembali kebijakan mereka. 

Iran menilai setiap negara memiliki kewajiban berdasarkan hukum internasional dan prinsip bertetangga yang baik untuk mencegah wilayahnya digunakan sebagai basis serangan terhadap negara lain.

Tolak Tuduhan soal Nuklir dan Hormuz

Iran juga menolak tuduhan berulang mengenai program nuklirnya yang disebut bersifat damai. 

Teheran menganggap tuduhan tersebut dibuat-buat oleh AS dan Israel, seraya mengajak negara-negara GCC bekerja sama mewujudkan kawasan Asia Barat yang bebas dari senjata nuklir.

Selain itu, Iran mengecam pernyataan GCC-AS yang menyinggung kemampuan rudal dan drone Iran. Teheran menegaskan tidak akan menunjukkan "sedikit pun kelonggaran" dalam mempertahankan kedaulatan serta kemampuan pertahanannya.

Terkait Selat Hormuz, Iran menilai gangguan keamanan di jalur pelayaran strategis tersebut merupakan dampak langsung dari operasi militer AS dan Israel. Teheran juga menuding sejumlah negara kawasan turut terlibat dalam situasi tersebut.

Iran menegaskan keamanan kawasan hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama antarnegara di kawasan tanpa campur tangan pihak asing.

Sebelumnya, AS dan GCC menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz serta menegaskan pentingnya kebebasan navigasi di jalur pelayaran tersebut. 

Kedua pihak juga menekankan perlunya mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir dan menyambut baik nota kesepahaman yang ditandatangani Washington dan Teheran untuk mengakhiri konflik.

(Fajar Nugraha)