Gempa Susulan Landa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Jiwa

Listrik padam di Venezuela usai guncangan gempa. Foto: The New York Times

Gempa Susulan Landa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Jiwa

Fajar Nugraha • 30 June 2026 05:55

Caracas: Warga Caracas terbangun pada Senin 29 Juni 2026 karena gempa susulan yang mengguncang rumah mereka, sementara tim penyelamat melanjutkan pekerjaan nonstop mereka selama empat hari di daerah yang terkena dampak gempa bumi dahsyat pekan lalu di Venezuela.

“Gempa susulan berkekuatan 4,6 magnitudo yang berpusat pada kedalaman 10 kilometer menghantam utara ibu kota Venezuela, Caracas, pada Senin pagi,” menurut Survei Geologi AS (USGS), seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa 30 Juni 2026.

“Tidak ada kerusakan yang segera dilaporkan akibat gempa susulan tersebut,” kata presiden Majelis Nasional, Jorge Rodriguez, di media sosial.

Upaya penyelamatan terutama difokuskan pada La Guaira, negara bagian yang paling parah terkena dampak di negara yang telah lama terperangkap dalam krisis politik dan ekonomi yang mendalam.

Komunitas internasional telah bersatu untuk membantu Venezuela setelah bencana tersebut. Negara ini telah menerima dukungan dari 24 negara, yang telah mengirimkan lebih dari 500 metrik ton pasokan, lebih dari 2.700 personel penyelamat dan pendukung, dan sekitar 86 tim anjing pelacak, menurut otoritas Venezuela.

Jumlah korban tewas 1.719 jiwa

Korban tewas akibat dua gempa bumi beruntun pekan lalu di Venezuela meningkat menjadi 1.719, hal itu disampaikan Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez.

Dalam pidato di televisi pemerintah, Rodriguez mengatakan kepada wartawan bahwa total 5.034 orang terluka, dan 15.866 keluarga terdampak.

Menurut USGS, dua gempa bumi dengan magnitudo 7,2 dan 7,5 melanda negara Amerika Selatan itu pada 24 Juni, dengan selang waktu 39 detik.

Gempa bumi berkekuatan 7,5 terjadi 23 kilometer tenggara Yumare di negara bagian Yaracuy, sementara gempa bumi berkekuatan 7,2 terjadi 23,9 kilometer timur laut San Felipe, juga di negara bagian Yaracuy, kata Survei Geologi AS.

Pencarian korban selamat

Tim penyelamat nasional dan internasional melanjutkan upaya mereka sepanjang malam, sementara keluarga para korban hilang tetap berharap bahwa para korban selamat akan ditemukan.

Presiden El Salvador, Nayib Bukele, berbagi kisah penyelamatan Aaron Levi yang berusia 21 tahun di reruntuhan bangunan di negara bagian La Guaira yang dilanda bencana.

"Penyelamatan ini dimungkinkan berkat upaya terkoordinasi dari tim penyelamat dari Venezuela, Meksiko, dan El Salvador," katanya di X.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, juga menggemakan kisah Levi, menjelaskan bahwa ia berhasil dikeluarkan setelah 106 jam terjebak di bawah reruntuhan melalui operasi penyelamatan yang berlangsung selama 43 jam.

(Fajar Nugraha)