Ilustrasi. Foto: Freepik.
Harga Emas Hari Ini Berpotensi Menguat, Simak Analisisnya
Husen Miftahudin • 10 August 2026 12:38
Jakarta: Harga emas (XAU/USD) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, Senin, 10 Agustus 2026. Dupoin Futures menilai sentimen terhadap logam mulia masih cenderung bullish, meski harga berpeluang mengalami koreksi jangka pendek.
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan koreksi dalam tren penguatan masih tergolong wajar selama struktur tren utama belum berubah. Menurut dia, pelemahan sementara dapat menjadi peluang bagi pelaku pasar untuk mencari level harga yang lebih kompetitif, dengan tetap memperhatikan risiko.
Berdasarkan analisis teknikal Dupoin Futures pada grafik harian, XAU/USD masih menunjukkan kecenderungan bullish. Meski momentum penguatan masih dominan, harga berpotensi memasuki fase konsolidasi atau koreksi menuju area USD4.227 sampai USD4.232.
"Koreksi tersebut masih merupakan bagian dari dinamika tren naik dan belum menjadi indikasi perubahan arah menuju tren bearish," jelas Geraldo dalam analisis hariannya, Senin, 10 Agustus 2026.
Dalam tren bullish, harga tidak selalu bergerak naik secara berkelanjutan. Setelah mengalami penguatan signifikan, pasar dapat memasuki fase koreksi atau secondary trend sebelum kembali melanjutkan kenaikan.
Dupoin Futures menempatkan area USD4.227–USD4.232 sebagai level teknikal yang perlu diperhatikan dalam beberapa sesi perdagangan ke depan. Jika harga mampu bertahan di area tersebut dan kembali menunjukkan tekanan beli, peluang XAUUSD melanjutkan penguatan dinilai semakin besar.
"Area tersebut diperkirakan dapat menjadi pijakan sebelum harga kembali menguji level resistance yang lebih tinggi," papar Geraldo.
Prospek bullish juga didukung posisi Moving Average (MA) 21 yang masih bergerak naik. Indikator tersebut berfungsi sebagai dynamic support sekaligus mencerminkan struktur tren utama yang masih berada dalam jalur penguatan.
Selama harga tetap bergerak di atas MA 21, struktur bullish dinilai masih terjaga dan belum memperlihatkan sinyal pembalikan arah yang signifikan.
"Meski demikian, mengingatkan pelaku pasar tetap menerapkan manajemen risiko. Aksi ambil untung setelah kenaikan harga dapat memicu koreksi dalam jangka pendek," ucap dia mengingatkan.
Baca Juga :
Harga Emas Dunia Tembus USD4.360/Troy Ons
.jpg)
(Grafik pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Dolar AS jadi penopang harga emas
Dari sisi fundamental, prospek emas masih mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS. Tekanan terhadap dolar terjadi setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan hasil lebih lemah dari ekspektasi pasar. Kondisi tersebut memunculkan ekspektasi ruang yang lebih besar bagi Federal Reserve untuk mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter jika perlambatan ekonomi berlanjut.
Pelemahan dolar AS cenderung mendukung harga emas karena membuat logam mulia lebih terjangkau bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar.
Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury yield juga meningkatkan daya tarik emas. Ketika imbal hasil turun, biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan bunga seperti emas menjadi lebih rendah.
Selain faktor ekonomi, perkembangan geopolitik turut menjadi perhatian Dupoin Futures. Ketidakpastian terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting distribusi energi dunia, masih menjadi sumber kekhawatiran pasar.
Situasi tersebut dapat menjaga minat investor terhadap aset safe haven, termasuk emas, sebagai instrumen untuk mengantisipasi risiko geopolitik.
Perhatian pasar pada pekan ini juga tertuju pada data inflasi Amerika Serikat. Dupoin Futures menilai data tersebut dapat menjadi katalis penting bagi pergerakan emas berikutnya.
Jika inflasi menunjukkan perlambatan, ekspektasi terhadap penurunan suku bunga Federal Reserve berpotensi meningkat. Kondisi tersebut dapat memberikan dorongan tambahan bagi harga emas.
"Sebaliknya, inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat dolar AS dan membatasi ruang penguatan emas dalam jangka pendek," urai Geraldo.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek XAU/USD masih positif meski koreksi sementara tetap berpotensi terjadi. Selama harga mampu bertahan di area USD4.227–USD4.232 dan MA 21 tetap menunjukkan kecenderungan naik, peluang penguatan dinilai masih lebih besar dibandingkan risiko pelemahan yang lebih dalam.
"Pelemahan dolar AS, penurunan imbal hasil US Treasury, permintaan terhadap aset safe haven, serta data inflasi AS menjadi sejumlah faktor yang akan dicermati pasar dalam beberapa sesi perdagangan mendatang," tutup Geraldo.