Kobaran api yang muncul di Blok Bantengan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Senin, 3 Agustus 2026. ANTARA/HO-Balai Besar TNBTS
Sebagian Kawasan Gunung Bromo Ditutup Imbas Kebakaran Hutan
Daviq Umar Al Faruq • 4 August 2026 10:34
Malang: Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup sebagian kawasan wisata Gunung Bromo akibat kebakaran hutan di Blok Bantengan. Penutupan dilakukan untuk mendukung proses pemadaman serta menjaga keselamatan wisatawan dan pelaku jasa wisata.
Berdasarkan pengumuman nomor PG.17/T.8/BIDTEK/HMS.01.07/B/08/2026, kebakaran hutan terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, Senin, 3 Agustus 2026. Balai Besar TNBTS kemudian menutup akses kunjungan melalui pintu masuk Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang.
"Untuk kelancaran upaya pemadaman serta memperhatikan keamanan pengunjung, maka kunjungan Wisata Bromo melalui pintu masuk Jemplang, Coban Trisula (Malang), dan Senduro (Lumajang) ditutup untuk pengunjung," kata Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, Selasa 4 Agustus 2026.
Pengelola TNBTS menyebut wisatawan masih dapat memasuki kawasan Bromo melalui pintu Cemoro Lawang (Probolinggo) dan Wonokitri (Pasuruan). Namun, kunjungan hanya dibatasi hingga area Lautan Pasir dan belum diperbolehkan menuju kawasan Savana.
"Pengunjung dapat masuk ke dalam Kawasan Wisata Bromo melalui pintu Cemoro Lawang (Probolinggo) dan Wonokitri (Pasuruan) dengan batasan yang boleh dikunjungi adalah area Lautan Pasir, dan tidak diperkenankan berkunjung di area Savana," ungkap Rudijanta.
Balai Besar TNBTS memberlakukan penutupan mulai Senin pukul 22.00 WIB. Kebijakan ini berlaku hingga waktu yang belum ditentukan, menyesuaikan perkembangan penanganan kebakaran di lapangan.
"Penutupan diberlakukan sejak Senin tanggal 3 Agustus 2026 mulai pukul 22.00 WIB sampai dengan batas waktu yang belum bisa ditentukan," ujar Rudijanta.

Ilustrasi wisata Gunung Bromo ditutup karena kebakaran. (Metrotvnews.com)
Selain membatasi akses wisata, Balai Besar TNBTS mengimbau masyarakat dan pelaku wisata meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan. Penggunaan api di kawasan taman nasional diminta dilakukan secara hati-hati untuk menjaga keselamatan dan kelestarian kawasan konservasi.
"Menghimbau kepada masyarakat, pengunjung, dan pelaku jasa wisata agar menjaga Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dari kebakaran hutan dengan memperhatikan penggunaan api demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bersama," tegas Rudijanta.