62 Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak

Tangkapan layar - KM Mutiara Sentosa II yang terbakar. Foto: ANTARA/HO-Kemenhub.

62 Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak

Faishol Taselan • 4 August 2026 17:34

Surabaya: Sebanyak 62 orang korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dengan menumpang Kapal Negara (KN) Masalembo pada Selasa, 4 Agustus 2026. Setibanya di Surabaya, para penumpang langsung menjalani pemeriksaan oleh tim medis yang telah disiagakan di pelabuhan.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Muhammad Syafii, menyatakan  jumlah tersebut merupakan data terbaru, meningkat dari sebelumnya 57 orang pada Senin, 3 Agustus 2026. Mereka dievakuasi dari Pulau Masalembu dan selanjutnya dibawa ke Surabaya.

"Ada 62 korban yang kita evakuasi dari Pulau Masalembu, selanjutnya mereka dibawa ke Surabaya," katanya, Selasa, 4 Agustus 2026.

Kapal KN Masalembu awalnya dijadwalkan tiba sekitar pukul 11.00 WIB, namun tertunda karena gelombang laut yang kurang bersahabat dan akhirnya merapat sekitar pukul 14.00 WIB.
 


"Karena kondisi ombak, perjalanan mengalami delay, tidak apa-apa sekarang sudah datang dan seluruh penumpang dalam kondisi baik," ujarnya.

Basarnas mencatat jumlah korban terkini mencapai 238 orang. Angka ini bertambah dari 233 orang yang tercatat pada Senin, 4 Agustus 2026.

Basarnas memastikan operasi pencarian masih terus berlangsung. KN Permadi milik Basarnas Surabaya masih siaga di lokasi kejadian untuk menjalankan operasi sesuai arahan Basarnas Command Center.


Sebanyak 62 orang korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. MI


Syafii menjelaskan, operasi pencarian akan dihentikan setelah seluruh data korban dipastikan cocok melalui proses verifikasi dengan KSOP dan pemilik kapal.

"Dari hasil evakuasi korban yang telah terevakuasi nanti akan kita cross-check data itu kepada pihak KSOP dan juga owner. Kalau semuanya sudah sesuai, bahwa seluruh korban telah terevakuasi, tentunya operasi akan segera kita hentikan," katanya.

(Whisnu M)