Warga mengevakuasi seekor buaya berukuran sepanjang empat meter yang terperangkap jaring ikan nelayan di kawasan perairan Jalan Salam, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (14/6/2026). ANTARA/Ogen
Nelayan Tanjungpinang Temukan Buaya 4 Meter Terperangkap Jaring Ikan
Whisnu Mardiansyah • 14 April 2026 14:57
Tanjungpinang: Sejumlah warga mengevakuasi seekor buaya berukuran panjang empat meter yang terperangkap jaring ikan nelayan di kawasan perairan Jalan Salam, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).
Reptil bertubuh besar tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan bernama Epi Ahmad. Ia menemukan buaya itu saat hendak mengangkat jaring ikan miliknya pada Selasa, 14 April 2026, sekitar pukul 05.40 WIB.
"Awalnya sudah dapat informasi dari rekan nelayan lain bahwa ada buaya masuk jaring ikan saya. Setelah dicek, ternyata memang benar terdapat seekor buaya berukuran empat meter terperangkap di dalam jaring," kata Epi Ahmad di Tanjungpinang seperti dilansir Antara, Selasa siang, 14 April 2026.
Selanjutnya, Epi bersama dua nelayan lainnya langsung menarik buaya itu ke daratan menggunakan tiga sampan. Mereka kemudian membawa reptil tersebut ke Jalan Salam untuk membuka jaring yang menjerat hewan buas itu.
Keberadaan buaya di Jalan Salam langsung menjadi tontonan warga. Tidak sedikit pula yang mengabadikan momen tersebut untuk disebarluaskan di berbagai platform media sosial.
"Untung dari awal saya sudah tahu buaya itu masuk jaring ikan. Kalau tidak, kemungkinan saya bisa celaka," ujar Epi Ahmad.
Epi bersama nelayan lainnya mengakui buaya kerap muncul di perairan tempat mereka menebar jaring ikan. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti asal-muasal buaya tersebut. Setelah temuan buaya besar ini, kata dia, para nelayan tentu perlu lebih berhati-hati saat mencari ikan di perairan dekat Jalan Salam.
"Warga pun sering melihat kemunculan buaya di kawasan pesisir Jalan Salam," ungkap Epi Ahmad, Selasa, 14 April 2026.
.jpg)
BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mewaspadai maraknya kemunculan buaya di pemukiman warga (ANTARA/Antara Babel)
Sementara itu, Kepala Seksi Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Tanjungpinang, Derry Ambary, memastikan buaya itu sudah dievakuasi ke tempat aman. Langkah ini dilakukan guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Menurut Derry, buaya sepanjang empat meter ini akan diserahkan kepada pengelola Taman Safari (TS) Lagoi, Kabupaten Bintan.
"Buaya sudah kita amankan agar warga tidak takut, kemudian tinggal dibawa ke Lagoi," ucap Derry Ambary.