Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Ketenagakerjaan (Pusdatik) Kemnaker, Baderi. Foto: Metrotvnews.com/M. Azri Arifin.
Ekosistem SIAPkerja Kemnaker Catat 126 Juta Transaksi dan 21 Juta Pengguna
Metro TV • 23 September 2026 14:12
Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat pertumbuhan pesat pada ekosistem digital SIAPkerja, yang kini telah terintegrasi dengan 11 kementerian dan lembaga. Pemadanan data berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) tersebut berhasil menjaring puluhan juta pengguna aktif serta ratusan juta lalu lintas transaksi data ketenagakerjaan secara nasional.
“Data yang kami miliki yang saat ini sudah masuk dalam ekosistem SIAPkerja itu 126 juta yang sudah bertransaksi di ekosistem SIAPkerja. Adapun pengguna SIAPkerja sekitar 21 juta,” kata Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Ketenagakerjaan (Pusdatik) Kemnaker, Baderi, di Jakarta, Rabu, 23 September 2026.
Baderi menjelaskan bahwa integrasi lintas lembaga dilakukan untuk menyelaraskan profil tenaga kerja maupun pemberi kerja secara akurat. Langkah pemadanan data ini didukung oleh sinergi kuat dengan basis data instansi strategis, seperti Ditjen Dukcapil Kemendagri hingga BPJS Ketenagakerjaan.
“Kita sudah terintegrasi dengan 11 kementerian lembaga. Di antaranya kita melakukan pemadanan data dan data yang kita padankan biasa kita menggunakan NIK,” ujar Baderi.
.jpg)
Ilustrasi pekerja. Foto: Unsplash.com/Christin Hume.
Kemnaker terus membuka ruang ekspansi integrasi platform SIAPkerja dengan berbagai instansi lain, termasuk rencana pemadanan layanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Namun, rencana pengembangan tersebut tetap mengedepankan prinsip perlindungan data pribadi dan keamanan siber.
“Pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan layanan, kewenangan masing-masing instansi, keamanan, perlindungan data, dan ketentuan yang berlaku,” tegas Baderi.
(Metrotvnews.com/M. Azri Arifin)