Taman Lansia, salah satu taman tematik di Kota Bandung yang bakal diganti namanya.
Kembalikan Identitas Lokal, Alasan Pemkot Bandung Ganti Nama Taman
Roni Kurniawan • 22 January 2026 15:04
Bandung: Pemerintah Kota Bandung tengah mengkaji rencana perubahan nama sejumlah taman kota dengan mengedepankan pendekatan toponimi atau nama-nama geografis yang lekat dengan sejarah dan karakter wilayah setempat. Sejumlah pakar ahli budaya dan sejarah bakal digandeng untuk memunculkan nama-nama pengganti taman tematik.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bandung, Adi Junjunan, mengatakan penamaan taman berbasis toponimi dinilai lebih merepresentasikan identitas lokal dibandingkan nama-nama tematik yang selama ini digunakan.
"Pada prinsipnya, Pak Wali Kota menginginkan taman-taman di Kota Bandung lebih dekat dan lebih dikenal oleh masyarakat. Karena itu muncul gagasan untuk mengembalikan penamaan taman pada istilah toponimi atau nama-nama geografis," ujar Adi di Bandung, Kamis, 22 Januari 2026.
Adi menuturkan, proses kajian perubahan nama taman telah melalui sejumlah rapat pendahuluan. Disparbud berkoordinasi dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Kota Bandung serta mengundang sejumlah pakar untuk memperdalam kajian.
Baca Juga :
16 Taman di Kota Bandung akan Berganti Nama
“Dari diskusi dengan para pakar, sebenarnya sudah mulai muncul konsep dan usulan nama-nama taman. Namun, semuanya masih dalam catatan karena ada juga nama-nama yang sudah melekat sejak dulu dan itu menjadi pertimbangan khusus,” kata dia.
Menurut Adi, hasil kajian nantinya akan dilaporkan kepada Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Penamaan resmi dan penyampaian kepada publik akan dilakukan langsung oleh wali kota sesuai prosedur.
Adi menambahkan, usulan awal perubahan nama taman berasal dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung. Terdapat 16 taman yang diusulkan, kemudian dibahas bersama Disparbud.
"Harapan Pak Wali Kota, pada Januari ini konsepnya sudah selesai. Setelah itu kami laporkan, dan selanjutnya bisa masuk ke tahap peluncuran," beber Adi.
.jpg)
Wali Kota Bandung M Farhan
Meski demikian, Adi menegaskan seluruh usulan penamaan taman hingga saat ini masih bersifat kajian dan belum final. Adi mencontohkan, Taman Superhero diusulkan menjadi Taman Bengawan, sementara Taman Radio diusulkan menjadi Taman Rangga Malela karena menyesuaikan dengan nama jalan.
"Sekali lagi, ini baru contoh dan masih terus digodok oleh tim sebelum laporan final disampaikan kepada Pak Wali Kota," tandas Adi.
Masukan dari para budayawan turut mempertimbangkan kesinambungan sejarah dan penamaan yang sudah dikenal sebelumnya. Namun, pengembalian pada kaidah toponimi diharapkan dapat membantu masyarakat memahami makna dan konteks wilayah secara lebih utuh. Taman-taman tematik di Kota Bandung dibangun pada era kepemimpinan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil.