Menelusuri Kecelakaan Pesawat ATR Paling Signifikan di Dunia

Pesawat ATR 42-500. Foto: Flight Global

Menelusuri Kecelakaan Pesawat ATR Paling Signifikan di Dunia

Fajar Nugraha • 20 January 2026 19:05

Jakarta: Pesawat turboprop ATR dikenal luas sebagai andalan penerbangan jarak pendek dan menengah, terutama di wilayah dengan kondisi geografis menantang. Meski memiliki catatan keselamatan yang relatif baik, sejumlah kecelakaan besar pernah terjadi dan meninggalkan dampak mendalam bagi industri penerbangan global.

Berdasarkan data resmi Aviation Safety Network serta laporan investigasi dari berbagai otoritas penerbangan internasional, berikut lima kecelakaan pesawat ATR yang dinilai paling signifikan dari sisi jumlah korban jiwa dan pengaruhnya terhadap standar keselamatan penerbangan.

1. Yeti Airlines Penerbangan 691 (2023)

Kecelakaan paling mematikan dalam sejarah operasional ATR dalam satu dekade terakhir terjadi pada Januari 2023 di Pokhara, Nepal. Pesawat ATR 72-500 ini jatuh saat fase pendaratan dan menewaskan seluruh 72 penumpang serta awak.

Analisis menyebutkan bahwa kesalahan pilot dalam pengoperasian tuas kondisi baling baling menyebabkan hilangnya daya angkat secara mendadak. Insiden ini kembali menegaskan pentingnya disiplin prosedur kokpit, terutama pada fase kritis penerbangan.

2. American Eagle Penerbangan 4184 (1994)

Pada Oktober 1994, ATR 72-212 milik American Eagle jatuh di Roselawn, Indiana, Amerika Serikat, menewaskan 68 orang. Penyelidikan menemukan bahwa penumpukan es parah di sayap menyebabkan kegagalan kontrol pesawat. Tragedi ini menjadi titik balik keselamatan turboprop dunia karena mendorong desain ulang sistem perlindungan es dan pembaruan aturan terbang dalam cuaca ekstrem.


3. Aero Caribbean Penerbangan 883 (2010)

Pesawat ATR 72-212 milik Aero Caribbean jatuh di wilayah Guasimal, Kuba, pada 2010 dan menewaskan 68 orang. Faktor cuaca buruk menjadi pemicu utama, namun investigasi juga mengungkap kegagalan kru dalam menangani kondisi darurat. Insiden ini memperkuat perhatian terhadap pelatihan awak dalam menghadapi kombinasi tekanan cuaca dan kegagalan sistem.

4. TransAsia Airways Penerbangan 235 (2015)

Kecelakaan di Taipei, Taiwan, pada 2015 menyita perhatian dunia karena terekam kamera. Pesawat ATR 72-600 ini jatuh ke Sungai Keelung setelah lepas landas dan menewaskan 43 orang. Investigasi mengungkap kesalahan fatal pilot yang mematikan mesin yang masih berfungsi setelah satu mesin mengalami gangguan. Kasus ini menjadi pelajaran penting tentang pengambilan keputusan di bawah tekanan tinggi.

5. Lao Airlines Penerbangan 301 (2013)

Pada 2013, ATR 72-600 milik Lao Airlines jatuh ke Sungai Mekong di Laos dan menewaskan 49 orang. Pesawat mengalami cuaca buruk akibat Topan Nari saat melakukan pendekatan mendarat. Laporan menyebutkan kegagalan dalam melakukan prosedur terbang ulang menjadi faktor penentu jatuhnya pesawat.

Deretan kecelakaan pesawat ATR ini menunjukkan bahwa keselamatan penerbangan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada faktor manusia, cuaca, dan kepatuhan terhadap prosedur. Setiap tragedi telah mendorong perubahan penting dalam pelatihan pilot, desain pesawat, serta regulasi global. Dari peristiwa inilah standar keselamatan dirgantara terus diperketat demi mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.

(Keysa Qanita)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)