RSCM Pastikan Tak Ada Gangguan Fungsi Otak pada Korban Keracunan Makanan di Karo Sumut

Ilustrasi. Foto: Medcom.id.

RSCM Pastikan Tak Ada Gangguan Fungsi Otak pada Korban Keracunan Makanan di Karo Sumut

Anggi Tondi Martaon • 16 September 2026 18:54

Jakarta: Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) memastikan tidak ditemukan gangguan fungsi otak pada salah satu siswa terduga korban keracunan makanan asal Karo, Sumatra Utara. Kepastian tersebut diperoleh setelah melalui serangkaian tes yang dilakukan.

"Insya Allah, saya bisa pastikan bahwa tidak ada gangguan fungsi otak pada ananda yang pertama ya,” kata Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Neurologi Anak RSCM Setyo Handryastuti dikutip dari Antara, Rabu, 16 September 2026.

Handry menjelaskan, tes yang dilakukan yaitu wawancara, pemeriksaan fisik dan neurologi, serta pemeriksaan penunjang berupa elektroensefalografi (EEG) untuk menilai fungsi otak pasien.

Menurut Handry, kondisi tersebut memungkinkan pasien untuk kembali bersekolah dan beraktivitas seperti biasa.

“Jadi InsyaAllah ke depannya ananda bisa bersekolah kembali, bisa beraktivitas kembali, bisa ceria kembali. Jadi, saat ini kita fokus untuk tata laksana ananda pertama ini ke depannya,” ujar Handry.

Dalam kesempatan yang sama, dokter psikiatri anak dan remaja, Tjhin Wiguna, mengatakan kondisi mental pasien saat ini cukup baik dan stabil, termasuk suasana emosinya. Namun, terkadang pasien terkadang masih mengalami kegelisahan sehingga tim terus memberikan pendampingan.

"Kalau kami lihat dari segi status mentalnya kondisi saat ini ananda pertama ini cukup baik, cukup stabil, suasana emosinya cukup stabil. Memang kadang-kadang sesekali masih ada kegelisahan, tapi kami masih terus mendampingi yang bersangkutan," ujar Tjhin Wiguna.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah mengumpulkan tim ahli di RSCM untuk merawat siswi terduga korban keracunan makanan asal Karo. Budi menjelaskan tim ahli yang dikumpulkan, yaitu dokter spesialis anak, ahli neurologi, psikiater anak, dan ahli penyakit dalam. Selain itu, kolegium anak juga dipanggil untuk melakukan pemeriksaan secara keseluruhan.

Kedua terduga korban keracunan makanan itu diberangkatkan pada Sabtu, 12 September 2026, menggunakan pesawat komersial. Mereka didampingi oleh orang tua dan tenaga medis.

(Anggi Tondi)