Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan TNI AU Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, dan langsung memimpin rapat pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev.
Presiden Pimpin Ratas Penanganan Karhutla, Terima Laporan Hotspot di Kalbar
Gabriella Thesa Widiari • 22 August 2026 14:50
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung rapat terbatas (ratas) penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setibanya di Pangkalan TNI AU Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu, 22 Agustus 2026. Langkah tersebut untuk mendapatkan gambaran terkini mengenai situasi karhutla di Kalimantan.
"Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata. Sekarang saya minta siapa yang bisa kasih saya presentasi tentang situasi," ujar Prabowo, dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Selain itu, terdapat 3.100 titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah dan 406 dengan tingkat kepercayaan rendah. Sebaran hotspot tersebut mayoritas berada di bagian selatan dan timur Kalimantan Barat.
"Kami laporkan bahwa titik hotspot ini didominasi di wilayah Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Kayong Utara di wilayah sektor Selatan. Kemudian di wilayah timur juga Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Sambas," kata Balo.
Presiden Prabowo juga mendapat laporan mengenai prakiraan potensi hujan di Kalimantan Barat. Berdasarkan pemantauan, hujan dengan intensitas ringan diprediksi terjadi pada periode 21-27 Agustus 2026 di wilayah timur Kalimantan Barat.
Selain itu dilaporkan pula mengenai upaya operasi modifikasi cuaca (OMC) pada 11-18 Agustus 2026. Rekayasa cuaca sempat dihentikan karena tidak terdapat potensi awan yang memadai.
“Kemudian kami sudah rapat dengan BMKG bahwa potensi awal akan terjadi pada tanggal 23-27 sehingga kami akan melaksanakan operasi modifikasi cuaca,” kata Bulo.

Situasi karhutla di Kalimatan. Foto: dok. BNPB.
Sejumlah pimpinan kementerian dan lembaga dari pemerintah pusat serta unsur pemerintah daerah telah hadir untuk mengikuti rapat penanganan karhutla tersebut.
“Telah hadir delapan pimpinan kementerian/lembaga dari pusat, kemudian 10 pimpinan pemerintah daerah, gubernur, kapolda, pangdam, Basarnas, BMKG, BNPD dari Daerah, di Posko Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan. Saat ini kita berada di Pontianak, Kalimantan Barat,” ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Rapat tersebut menjadi langkah awal Presiden Prabowo dalam kunjungannya ke Kalimantan Barat untuk melihat langsung situasi karhutla sekaligus memastikan penanganan di lapangan berjalan secara terkoordinasi. Kehadiran jajaran pemerintah pusat dan daerah dalam satu posko juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan mempercepat langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah terdampak.