Ilustrasi karhutla. Foto: Dok. Media Group Network (MGN).
Brigdalkarhutla Kalsel Cegah Kebakaran Meluas ke Hutan Liang Anggang
Lukman Diah Sari • 20 August 2026 14:14
Banjarbaru: Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengerahkan personel Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla) untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas ke kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Kota Banjarbaru.
Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra, mengatakan upaya pencegahan dilakukan secara intensif di area perbatasan agar api tidak merambat masuk ke dalam kawasan hutan lindung.
"Kami terus memastikan kesiapsiagaan personel untuk merespons setiap laporan karhutla, terutama di lokasi yang berbatasan langsung dan berpotensi menjalar ke kawasan hutan lindung," ujarnya di Banjarbaru, Kamis, 20 Agustus 2026, melansir Antara.
Baca Juga :
“Salah satu lokasi yang menjadi perhatian serius berada di batas Hutan Lindung Liang Anggang, Kecamatan Liang Anggang. Personel setiap hari melakukan pemadaman dan penyisiran untuk memastikan api tidak masuk ke dalam kawasan hutan lindung,” ujar dia.
Selain itu, penanganan karhutla di Jalan Makmur dan Jalan Kurnia dekat perbatasan juga dilakukan secara terpadu oleh tim gabungan dari berbagai instansi terkait untuk memadamkan api.
Fathimatuzzahra mengatakan tim dibekali berbagai sarana dan prasarana yang memadai, mulai dari mesin pompa air berbagai jenis, mobil tangki, hingga kendaraan pengangkut air berkapasitas besar untuk memperkuat suplai air di lokasi.

Petugas Dishut Kalsel melakukan pendinginan usai memadamkan titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar tidak meluas ke kawasan hutan lindung di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (ANTARA/HO-Dishut Kalsel)
Menurut dia, kondisi lahan gambut menjadi tantangan karena api yang terlihat telah padam setelah disiram kadang kembali menyala dari bawah permukaan tanah, sehingga personel harus melakukan pembasahan dan penyisiran berulang di tengah panas, kepulan asap, dan medan yang sulit.
Dari Posko Brigdalkarhutla di Banjarbaru, kata dia, patroli dan penyisiran terus dilakukan dengan jangkauan jelajah sekitar 15 kilometer setiap hari, khususnya di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, sebagai langkah deteksi dini untuk memastikan potensi titik api segera ditangani.
"Pengendalian karhutla juga dilakukan personel di berbagai daerah bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai garda terdepan dalam mencegah dan menangani kebakaran di wilayah masing-masing," ujarnya.