Mekari Conference 2026 Bahas Masa Depan Dunia Kerja di Tengah Percepatan AI

Mekari Conference 2026 membahas integrasi AI dalam dunia kerja, mulai dari pengambilan keputusan bisnis hingga perubahan operasional perusahaan. (Dok. Istimewa)

Mekari Conference 2026 Bahas Masa Depan Dunia Kerja di Tengah Percepatan AI

Duta Erlangga • 11 September 2026 11:53

Jakarta: Penerapan artificial intelligence (AI) di dunia kerja kini bergeser dari sekadar wacana adopsi teknologi menuju integrasi langsung pada rantai keputusan bisnis. Dari membantu mengolah data hingga mendukung pengambilan keputusan, teknologi ini mulai mengubah cara perusahaan menjalankan bisnis. Tantangannya kini bukan lagi sekadar bagaimana mengadopsi AI, tetapi bagaimana mengintegrasikannya ke dalam proses bisnis agar dapat memberikan dampak nyata di tengah gejolak iklim bisnis yang penuh tantangan.


Mekari Conference 2026 membahas integrasi AI dalam dunia kerja, mulai dari pengambilan keputusan bisnis hingga perubahan operasional perusahaan. (Dok. Istimewa)

Isu ini menjadi fokus Mekari Conference 2026, sebuah curated conference yang mempertemukan para business leaders yang dikurasi dari kalangan CEO, founder, executive, dan senior manager lintas industri, mulai dari F&B, retail, consumer goods, manufaktur, logistik, hospitality, finance, technology, telecommunication, healthcare, hingga education, untuk mengeksplorasi bagaimana AI dapat mengubah cara bekerja, mengambil keputusan, dan mendorong pertumbuhan bisnis.

Mengangkat tema “AI at Work”, konferensi yang akan berlangsung pada 29 September 2026 di Raffles Hotel Jakarta ini menghadirkan global perspectives, actionable insights, interactive experiences, serta meaningful networking bersama para pemimpin industri. Mekari Conference 2026 membuka ruang untuk bukan hanya memahami perkembangan AI, tetapi juga melihat bagaimana kita bisa mengadopsinya secara nyata untuk membangun bisnis yang lebih agile, produktif, serta siap menghadapi pertumbuhan bisnis dan profesional.

Menemukan Titik Optimalisasi AI at Work di Perusahaan

Pembahasan mengenai AI dalam Mekari Conference 2026 tidak hanya melihat teknologi dari sisi kemampuan teknisnya. Lebih jauh, konferensi ini akan membahas bagaimana AI dapat digunakan untuk menjawab berbagai kebutuhan yang muncul dalam operasional perusahaan. Suwandi Soh, Chief Executive Officer (CEO) Mekari, mengatakan "Di Mekari Conference tahun ini, kami sengaja mengumpulkan pemimpin bisnis dan pembicara global dalam satu panggung untuk membahas satu pertanyaan penting: bagaimana AI benar-benar menjadi bagian dari cara perusahaan mengambil keputusan, bukan sekadar instrumen efisiensi.”

Lebih lanjut Suwandi menyampaikan bahwa di tengah kondisi operasional bisnis Indonesia yang dinamis dan penuh tantangan, peran teknologi dan AI menjadi fondasi strategic intelligence yang bisa menjadi kunci transformasi bisnis dari sekadar survival mode menjadi thriving mode.

“Reaksi industri terhadap AI hari ini umumnya masih terbatas pada level efisiensi. Padahal, seiring penerapan AI di organisasi, decision makers perlu melihat selangkah lebih depan: bagaimana menciptakan co-existence yang tepat antara dinamika bisnis dan kecerdasan AI, untuk membuka peluang scale up dan menemukan whitespace pertumbuhan bisnis. Inilah yang ingin kami bahas tuntas lewat keynote dan diskusi panel di Mekari Conference 2026," ujarnya.

Conference: Perspektif Global dan Lokal soal AI at Work

Berbagai perspektif mengenai AI akan dibahas melalui sejumlah sesi yang menghadirkan pemimpin bisnis dan praktisi teknologi, baik dari kancah global maupun lokal, untuk berbagi insight implementasi nyata di lapangan. Mekari Conference 2026 akan dibuka secara resmi oleh Suwandi Soh, CEO Mekari, melalui pidato pembuka yang menegaskan bahwa integrasi AI kini bukan lagi sekadar eksperimen, melainkan pilar inti dalam operasional, daya saing, dan pertumbuhan bisnis.

Usai pidato pembuka, rangkaian acara di panggung utama akan dilanjutkan dengan sesi “Economic Landscape: Digital Transformation, Productivity Gaps, and the AI Investment Wave” menghadirkan Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika RI periode 2014–2019. Sesi ini akan membedah dinamika transformasi digital, kesenjangan produktivitas, serta gelombang investasi AI di Indonesia.

Baca Juga :


Pembahasan akan berlanjut pada transisi penggunaan AI yang menjadi sistem operasional inti bagi perusahaan enterprise, dibawakan oleh Sandy Kunvatanagarn, Head of Policy Southeast Asia OpenAI, bersama Arvy Egadipoera, Chief Operating Officer (COO) Mekari, dalam sesi “Business Reinvented: The AI-Powered Enterprise.”

Konferensi ditutup dengan topik “The Future of Work”, membahas bagaimana perkembangan AI yang sangat cepat dapat dioptimalkan untuk perkembangan bisnis di masa depan, dibawakan oleh Prof. Rhenald Kasali bersama Sandy Suryanto, Chief Product Officer (CPO) Mekari.

Networking: Ruang Bertukar Pikiran Antar Decision Makers

Selain agenda di panggung, Mekari Conference 2026 dirancang untuk memberi ruang bagi peserta saling bertukar pikiran melalui sesi purposeful networking. Sesi ini mempertemukan business leaders, founders, dan innovators dari berbagai industri untuk membangun kolaborasi dan memperluas jejaring profesional, sejalan dengan sifat konferensi yang memang dikurasi secara khusus, agar setiap percakapan yang terjadi relevan dan bernilai strategis bagi pertumbuhan bisnis masing-masing peserta.


Mekari Conference 2026 membahas integrasi AI dalam dunia kerja, mulai dari pengambilan keputusan bisnis hingga perubahan operasional perusahaan. (Dok. Istimewa)

Experience: Melihat Penerapan AI Secara Langsung

Mekari Conference 2026 juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat langsung bagaimana teknologi AI diterapkan dalam berbagai fungsi bisnis melalui Mekari Experience. Melalui empat area yang dihadirkan, yaitu HR & People, Sales & Marketing, Finance & Operations, serta Strategy & IT, peserta dapat menyaksikan instalasi interaktif yang menunjukkan bagaimana AI diterapkan dalam kebutuhan bisnis sehari-hari, mulai dari hiring dan performance management, CRM, pengelolaan cash flow dan procurement, hingga reporting dan pemanfaatan data.

"Di Mekari Experience, kami ingin peserta tidak hanya mendengar soal AI, tapi benar-benar melihat dan merasakan bagaimana teknologi ini bekerja di setiap fungsi bisnis secara nyata. Insight yang paling berharga justru sering muncul ketika seseorang melihat langsung bagaimana proses yang biasanya rumit bisa berjalan mulus karena sistemnya saling terhubung," ujar Arvy Egadipoera, Chief Operating Officer (COO) Mekari.

Ia menambahkan bahwa efektivitas AI akan terasa dampaknya secara signifikan ketika teknologi hadir sebagai sistem yang ter orkestrasi, bukan sekadar kumpulan fitur yang berdiri sendiri, landasan dibalik kehadiran Mekari AI-First.

"Melalui Mekari Conference 2026, kami ingin peserta pulang bukan hanya dengan pemahaman konsep, tapi dengan
insight konkret soal bagaimana AI yang ter orkestrasi dengan baik dapat membantu perusahaan mengambil keputusan yang lebih baik," tutup Arvy.

Informasi mengenai Mekari Conference 2026 dan perkembangan terbaru Mekari dapat diakses melalui https://www.mekariconference.com serta Instagram @mekaricom.

(Rosa Anggreati)