Empat Kabupaten di Sulut Berstatus Siaga Kekeringan

Ilustrasi: Aparat gabungan memadamkan kebakaran kawasan hutan lindung Gunung Soputan, kabpuaten Minahasa Tenggara belum lama ini. ANTARA/HO-BPBD Minahasa Tenggara

Empat Kabupaten di Sulut Berstatus Siaga Kekeringan

Silvana Febiari • 9 September 2026 06:57

Manado: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut empat kabupaten di Sulawesi Utara (Sulut) masuk kategori Siaga dalam Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis (PDKM). Status tersebut berlaku pada Dasarian I September, yakni periode 1–10 September 2026.

"PDKM kategori Siaga mencakup Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, dan Kabupaten Kepulauan Sitaro," kata Kepala Stasiun Klimatologi Manado Sulawesi Utara Aris Yunatas, dilansir dari Antara, Rabu, 9 September 2026. 

Sementara kategori Siaga Kekeringan Meteorologis mencakup 14 kabupaten/kota yaitu Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, dan Kota Kotamobagu.


Selanjutnya, Kota Bitung, Kota Manado, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Minahasa Selatan Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.

Sementara untuk kategori Waspada PDKM meliputi 10 kabupaten/kota yaitu Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud.

Berikutnya, Kota Bitung, Kota Manado, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Tenggara dan Kabupaten Minahasa Utara.

"Kami berharap warga mematuhi sejumlah rekomendasi menyikapi kondisi meteorologis di sejumlah kabupaten dan kota," ajak Aris.


Seorang petani menabur pupuk urea pada tanaman padi yang mengalami kekeringan. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/agr


Warga diimbau melakukan langkah pencegahan untuk mengantisipasi kebakaran lahan. Caranya dengan tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di tengah hembusan angin yang kuat.

Warga juga sangat dianjurkan lebih bijak dan hemat menggunakan air bersih demi menjaga ketersediaan cadangan air sehari-hari. Sebab, prediksi curah hujan yang sangat rendah.

"Apabila memerlukan informasi lebih rinci terkait informasi iklim, prediksi cuaca dan peringatan dini, dapat menghubungi Kantor Unit Pelaksana Teknis BMKG terdekat," ucap Aris.

(Silvana Febiari)