Hiu Paus Terdampar di Pantai Pengeragoan Jembrana

Penampakan hiu paus yang terdampar di Pantai Pengeragoan, Kecamatan Perkutatan, Kabupaten Jembrana, Bali. ANTARA/HO-Humas Polsek Perkutatan

Hiu Paus Terdampar di Pantai Pengeragoan Jembrana

Silvana Febiari • 12 September 2026 15:28

Jembrana: Polsek Pekutatan, Polres Jembrana, Bali, mengamankan lokasi hiu paus yang terdampar di Pantai Pengeragoan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah masyarakat mendekat hingga pemeriksaan oleh pihak terkait.

"Satwa laut ini ditemukan tadi pagi. Dari pola di tubuhnya, diduga kuat ini jenis hiu paus," kata Kapolsek Pekutatan Kompol. Benyamin Nikijuluw, dilansir dari Antara, Sabtu, 12 September 2026. 

Setelah mendapatkan laporan tersebut, pihaknya segera menuju dan mengamankan lokasi di wilayah pantai Banjar Pengeragoan Dauh Tukad, Desa Pengergoan, Kecamatan Pekutatan.


Selain berukuran besar, satwa laut itu memiliki warna gelap dengan pola bintik-bintik putih serta memiliki sirip di punggung. Identifikasi lebih lanjut terhadap hewan laut itu masih menunggu ahli dari instansi terkait, yang memiliki kompetensi di bidang kelautan dan konservasi.

“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan tindakan sendiri terhadap satwa tersebut. Jangan menarik, memukul, menaiki, memindahkan maupun mengambil bagian tubuhnya. Kami bersama pemerintah desa dan instansi terkait melakukan koordinasi agar penanganannya dapat dilakukan secara tepat dan aman,” imbau Benyamin.


Penampakan hiu paus yang terdampar di Pantai Pengeragoan, Kecamatan Perkutatan, Kabupaten Jembrana, Bali. ANTARA/HO-Humas Polsek Perkutatan


Personel Polsek Pekutatan tetap berada di sekitar lokasi untuk menjaga keamanan dan mencegah kerumunan warga. Petugas juga mengantisipasi tindakan yang dapat membahayakan masyarakat maupun satwa tersebut.

Pihaknya hanya melakukan pengamanan di lokasi. Sementara proses identifikasi dan penanganan satwa diserahkan kepada instansi yang berwenang.

"Kami melakukan pengamanan dengan melakukan pendekatan humanis kepada masyarakat. Karena dalam penanganan satwa ini ada prosedur konservasi," ujar Benyamin.

(Silvana Febiari)