Pemain Persib Bandung. (ligaindonesiabaru.com)
Persib Kecam Aksi Rasisme yang Diterima 2 Pemainnya usai Laga Kontra Persebaya
Whisnu Mardiansyah • 6 March 2026 15:41
Bandung: Persib Bandung angkat suara terkait tindakan rasisme yang dialami dua pemain mudanya, Kakang Rudianto dan Mikael Alfredo Tata. Peristiwa ini terjadi usai big match Persebaya versus Persib di pekan ke-24 BRI Super League 2025/26, Senin, 2 Maret 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo.
Kedua pemain muda masa depan Timnas Indonesia itu menerima serangan bernuansa rasial di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Persib menyikapi tegas tindakan rasialisme yang dilakukan oknum suporter tidak bertanggung jawab. Pihak klub menilai semestinya sepak bola menjadi ruang untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan. Serangan rasisme dinilai sebagai tindakan yang melampaui batas.
"Sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk saling menghargai, bukan tempat untuk menyebarkan kebencian. Kritik terhadap permainan adalah bagian dari dinamika olahraga, namun serangan yang menyentuh identitas ras atau latar belakang seseorang jelas melampaui batas," kata Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat Adhitya Putra Herawan dalam pernyataan resmi dilansiir situs resmi klub, Jumat, 6 Maret 2026.
Persib menegaskan komitmennya untuk berdiri bersama Kakang dan Mikael Tata dengan memberikan dukungan moral. Klub berjuluk Maung Bandung itu menegaskan kedua pemain muda ini layak berada di lingkungan yang sehat, aman, dan penuh respek demi terus bertumbuh.
"Kami ingin menegaskan bahwa Persib berdiri bersama Kakang Rudianto dan juga memberikan dukungan moral kepada Mikael Alfredo Tata. Kedua pemain tersebut adalah bagian dari generasi muda sepak bola Indonesia yang sedang berkembang dan mereka berhak mendapatkan lingkungan yang sehat, aman, serta penuh respek untuk terus bertumbuh," tulis Persib.
Persib juga berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya yang menolak segala bentuk diskriminasi di sepak bola. Klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat itu berharap momen ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa sepak bola Indonesia hanya bisa tumbuh jika dibangun di atas rasa saling menghormati.

Pesepakbola Persebaya Surabaya Toni Firmansyah (kedua kanan) berebut bola dengan pemain Persib Luciano Guaychocea (kanan) saat pertandingan pekan ke-24 di Stadion GBT Surabaya, Senin, 2 Maret 2026. Foto: Antara.