Longsor Tutup Akses Jalan Provinsi di Agam

Kondisi ruas jalan provinsi menghubungkan Padang-Bukittinggi tertimbun tanah longsor di tepatnya KM 72+800, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Rabu, 4 Maret 2026. ANTARA/HO-BPBD Agam.

Longsor Tutup Akses Jalan Provinsi di Agam

Silvana Febiari • 4 March 2026 15:31

Agam: Tanah longsor menutupi ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kota Padang-Bukittinggi via Sicincin-Balingka tepatnya di Malalak, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Akibatnya, akses lumpuh total sejak Selasa sore, 3 Maret 2026.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Agam Roza Syafdefianti mengatakan tanah longsor menimbun badan jalan, tepatnya di KM 72+800, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak.

"Material tanah dan batu menutup badan jalan sehingga akses tersebut belum dapat dilalui kendaraan," katanya, dikutip dari Antara, Rabu, 4 Maret 2026. 
 


Tanah longsor menimbun badan jalan berada di lokasi jalan terban yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025. Jalan terban tersebut sedang diperbaiki oleh PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) sejak beberapa minggu lalu.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam telah berkoordinasi dengan pihak PT HKI, yang tengah mengerjakan ruas jalan Sicincin, Malalak, dan Balingka, untuk segera menurunkan alat berat. Tujuannya untuk membersihkan material longsor dan membuka kembali akses lalu lintas.

"Alat berat milik PT HKI sudah membersihkan material tanah longsor," ujarnya.


Kondisi ruas jalan provinsi menghubungkan Padang-Bukittinggi tertimbun tanah longsor di tepatnya KM 72+800, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Rabu, 4 Maret 2026. ANTARA/HO-BPBD Agam.

Ia mengatakan tanah longsor menimbun jalan provinsi akibat curah hujan cukup tinggi. Dengan kondisi tanah yang masih labil, ia mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk sementara menghindari jalur tersebut, serta tetap waspada terhadap potensi longsor susulan mengingat cuaca yang masih berpotensi hujan.

"Hindari melewati jalan tersebut dan tetap meningkat kewaspadaan," katanya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)