Petugas melakukan pemindahan garam di posko Subsatgas Karhutla Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi. ANTARA/Agus Suprayitno.
OMC Jambi Picu Hujan di Tiga Wilayah
Whisnu Mardiansyah • 31 August 2026 09:00
Jambi: Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dilakukan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Jambi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membantu mengatasi potensi karhutla. Operasi tersebut turut menghasilkan hujan di sejumlah wilayah.
"Iya, kita OMC," kata Wakil Komandan (Wadan) Satgas Karhutla Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah di Kota Jambi, seperti dilansir Antara, Minggu, 30 Agustus 2026.
Bachyuni mengatakan pelaksanaan OMC telah berlangsung sejak 27 Agustus 2026 dan masih dilanjutkan hingga Minggu, 30 Agustus 2026.
Pada Minggu pagi, tim melakukan satu kali sorti atau penaburan garam natrium klorida (NaCl) ke atmosfer di wilayah Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Timur. Penaburan dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB.
Upaya tersebut diikuti hujan yang mengguyur kedua wilayah pada sore hari. Satgas kemudian kembali melaksanakan OMC pada pukul 18.00 WIB di wilayah Muaro Jambi dan Tanjab Timur dengan membawa satu ton garam. Langkah tersebut dilakukan karena masih terdapat potensi pertumbuhan awan hujan di kedua wilayah.
"Selama ada potensi awan hujan, kita terus melakukan (OMC), ini (kegiatan) dibantu BNPB. Ini (malam) lagi OMC wilayah Tanjab Timur dan Muaro Jambi," ungkapnya.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi M. Randy Hedyansyah HB menjelaskan hujan yang turun pada Minggu sore di sejumlah daerah Jambi, yakni Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, dan Muaro Jambi, merupakan hasil dari pelaksanaan OMC.
Sementara itu, hujan di Kabupaten Kerinci, Bungo, Merangin, dan Sarolangun terjadi secara alami tanpa melalui proses modifikasi cuaca.
_Ramdani.jpg)
Ilustrasi hujan
49 Titik Panas Terdeteksi
Di tengah pelaksanaan OMC, pemantauan BMKG juga masih menunjukkan keberadaan titik panas di sejumlah wilayah Jambi.
Berdasarkan pemantauan satelit SNPP, NOAA20, dan Tera yang dirilis BMKG pada 30 Agustus 2026 pukul 00.00-16.00 WIB, terdeteksi 49 titik panas yang tersebar di enam wilayah.
Kabupaten Muaro Jambi menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 22 titik. Titik panas tersebut terdeteksi di Kecamatan Sungai Gelam, Kumpeh, dan Kumpeh Ulu.
Selanjutnya, Kabupaten Tanjung Jabung Timur tercatat memiliki 13 titik panas. Sebaran titik panas di wilayah tersebut antara lain berada di Kecamatan Muara Sabak Barat dan Mendahara. Titik panas lainnya terpantau di Kabupaten Tebo, Bungo, Sarolangun, dan Tanjung Jabung Barat.