RUPO Disetujui, Waskita Karya Rampungkan Restrukturisasi Utang

RUPO Waskita Karya terkait usulan restrukturisasi Obligasi III Tahap IV Tahun 2019. Foto: dok Waskita Karya.

RUPO Disetujui, Waskita Karya Rampungkan Restrukturisasi Utang

Husen Miftahudin • 4 September 2026 10:27

Jakarta: Para pemegang obligasi PT Waskita Karya (Persero) Tbk menyetujui seluruh usulan restrukturisasi Obligasi III Tahap IV Tahun 2019, termasuk perpanjangan tenor, dalam Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO).

Persetujuan hasil RUPO menjadi bagian dari proses restrukturisasi kewajiban Waskita Karya. Perusahaan berkode saham WSKT itu juga menyatakan komitmennya untuk memenuhi kewajiban sesuai ketentuan yang berlaku.

Direktur Keuangan Waskita Karya Wiwi Suprihatno mengatakan perseroan akan melanjutkan penguatan struktur keuangan dengan mengedepankan transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik.

Sebelumnya, Waskita Karya telah menjalankan Master Restructuring Agreement (MRA) yang disepakati bersama 21 bank. Sejak akhir 2023, perseroan mencatat penurunan utang sebesar 20,8 persen. Total utang turun menjadi Rp66,5 triliun dari sekitar Rp84 triliun.

Selain itu, Waskita Karya berhasil menurunkan utang vendor past due sebesar 97,1 persen dalam kurun waktu sekitar empat tahun. Nilainya turun dari Rp2,13 triliun pada 2022 menjadi Rp48 miliar pada semester I-2026. Penurunan tersebut menunjukkan upaya perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada mitra usaha.

"Kami akan terus konsisten memenuhi kewajiban yang tersisa. Langkah ini sebagai tanggung jawab sekaligus dukungan terhadap mitra yang sudah membantu kami untuk menyelesaikan beragam proyek infrastruktur," ujar Wiwi dalam keterangan resmi, Jumat, 4 September 2026.

Selain kewajiban kepada vendor, Waskita Karya juga telah menyelesaikan seluruh kewajiban pajak past due. Per 2024, perseroan tidak lagi memiliki utang pajak past due. Penyelesaian kewajiban tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan.
 

 

Pendapatan Waskita tumbuh 58,49%


Dari sisi kinerja keuangan, Waskita Karya membukukan pendapatan usaha Rp4,92 triliun pada semester I-2026. Nilai tersebut meningkat 58,49 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar Rp3,1 triliun.

Wiwi mengatakan peningkatan pendapatan didorong produksi dari proyek Sekolah Rakyat (SR) dan jaringan irigasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Peningkatan pendapatan didorong oleh produksi dari proyek Sekolah Rakyat (SR) dan jaringan irigasi dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pencapaian ini turut membuktikan restrukturisasi finansial berjalan seiring perbaikan kinerja operasional," jelas dia.

Di tengah proses pemulihan kinerja, Waskita Karya masih mengerjakan sejumlah proyek strategis. Proyek tersebut mencakup Sekolah Rakyat, jaringan irigasi, bendungan, rumah sakit, LRT Jakarta Fase 1B, hingga Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato di Timor Leste.

Wiwi menyebut Nilai Kontrak Baru (NKB) yang diperoleh perseroan hingga Juni 2026 mencapai Rp5,1 triliun. Perolehan tersebut didominasi pekerjaan konektivitas sebesar 45,6 persen. Selanjutnya, infrastruktur air berkontribusi 21,7 persen terhadap perolehan kontrak baru.

"Kami selektif dalam memilih proyek yang akan dikerjakan, sebagai bagian dari manajemen risiko. Waskita Karya menghindari proyek turnkey maupun investasi, serta berfokus pada proyek berskema monthly payment dan memiliki uang muka," tutur dia.


Waskita Garap Proyek infrastruktur di Arab Saudi

(Gedung Waskita Karya. Foto: dok Setkab)

 

Fokus kembali ke bisnis inti


Ke depan, Waskita Karya akan memusatkan perhatian pada pemulihan kegiatan operasional inti dengan kembali menjalankan bisnis sebagai kontraktor murni. Perseroan juga terus berkomunikasi dengan Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai pengelola investasi negara.

Wiwi mengatakan kehadiran Danantara memberikan perspektif baru bagi proses pemulihan dan pertumbuhan Waskita Karya. Salah satunya melalui optimalisasi aset jalan tol serta dukungan terhadap peta jalan konsolidasi BUMN konstruksi.

"Kehadiran Danantara memberikan perspektif baru bagi pemulihan dan pertumbuhan Waskita. Di antaranya optimalisasi aset tol serta mendukung peta jalan konsolidasi BUMN Konstruksi," kata dia.

Wiwi menegaskan Waskita Karya optimistis berbagai langkah strategis yang dijalankan dapat memperkuat kinerja berkelanjutan dan daya saing perusahaan. Dengan penguatan tersebut, perseroan diharapkan dapat meningkatkan perannya dalam perekonomian nasional.

(Husen Miftahudin)