5 Aplikasi Crypto Trading Fee Rendah dan Termurah

5 Aplikasi Crypto Trading Fee Rendah dan Termurah. (Dok. Freepik)

5 Aplikasi Crypto Trading Fee Rendah dan Termurah

Duta Erlangga • 17 February 2026 21:08

Jakarta: Memilih aplikasi crypto yang memiliki biaya trading rendah menjadi kunci bagi siapa pun yang ingin bertransaksi crypto secara efisien. Trader yang aktif maupun investor jangka panjang harus mempertimbangkan biaya transaksi, legalitas, serta fitur analisis.

Namun, dengan banyaknya pilihan di pasar, tidak semua platform sama. Karena itu, kamu perlu tahu mana aplikasi trading future crypto terbaik maupun spot trading yang legal serta transparan, sehingga pengalaman bertransaksi aset digital bukan hanya murah, melainkan juga terjamin.

Selain itu, bagi investor di Tanah Air, memilih platform trading crypto Indonesia yang sudah terdaftar di OJK dan/atau diawasi regulator lokal membantu mengurangi risiko operasional dan isu hukum di kemudian hari.

5 Aplikasi Crypto dengan Trading Fee Murah

Berikut 5 aplikasi crypto dengan trading fee rendah dan murah, diantaranya adalah:

1. Pintu – Trading Biaya Rendah dengan Fitur Pintu Pro Lengkap

Pintu adalah aplikasi crypto yang telah diunduh lebih dari 10 juta kali dan memiliki banyak pilihan aset dengan lebih dari 320+ token, serta telah resmi terdaftar dan berada di bawah pengawasan OJK. Dengan antarmuka yang ramah pengguna dan fitur yang lengkap, Pintu cocok bagi investor pemula maupun trader profesional dan aktif.

Aplikasi ini mendukung berbagai aset populer seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana, serta menyediakan fitur tambahan seperti Pintu Earn dan Auto DCA untuk menabung crypto, Pintu Academy untuk belajar crypto, Pintu Pro untuk trading dengan fitur advanced di desktop maupun HP.

Pintu Pro adalah platform trading crypto lengkap yang memiliki fitur Spot dan Futures dalam satu platform, serta telah teregulasi resmi. Dengan Pintu Futures, trader dapat trading secara fleksibel dan efisien dengan memanfaatkan leverage hingga 25x untuk menangkap peluang di berbagai kondisi pasar baik saat harga naik maupun turun.

Tersedia juga versi web trading yang cepat, dilengkapi dengan fitur advanced trading yang lengkap seperti chart, limit order, trading futures, perpetual contracts dan margin trading. Kelebihan ini menjadikan Pintu Pro cocok untuk trader aktif dan profesional.

Pintu menjadi pilihan utama banyak trader Indonesia karena menggabungkan legalitas lokal, kemudahan transaksi rupiah, serta struktur biaya yang sangat kompetitif. Platform ini telah resmi terdaftar dan diawasi regulator Indonesia sehingga pengguna dapat bertransaksi dengan aman sekaligus efisien.

Dari sisi biaya, Pintu menerapkan pendekatan yang transparan. Untuk transaksi reguler di aplikasi utama, harga sudah mencerminkan spread yang relatif tipis sehingga cocok bagi pemula yang ingin membeli crypto secara praktis.

Namun, bagi trader aktif yang membutuhkan fee lebih rendah, tersedia Pintu Pro dengan skema maker–taker. Dilansir dari Pintu, biaya maker sekitar 0,07% dan taker sekitar 0,09% per transaksi. Angka ini tergolong sangat rendah di pasar Indonesia, bahkan lebih murah dibanding banyak exchange global yang rata-rata mematok 0,1%–0,2%.

Artinya, jika kamu melakukan trading senilai Rp10 juta, biaya transaksi hanya sekitar Rp7.000–Rp9.000 saja. Biaya ini tentu terasa ringan, terutama bagi trader harian atau scalper yang melakukan banyak order setiap hari.

Selain itu, Pintu juga mendukung deposit dan penarikan langsung dalam rupiah tanpa konversi mata uang asing. Karena itu, pengguna tidak terkena biaya tambahan akibat kurs, sehingga total biaya operasional trading tetap hemat.

Kombinasi fee rendah, likuiditas baik, serta fitur profesional seperti order book real-time, limit order, stop order, dan futures menjadikan Pintu Pro salah satu opsi paling efisien di kelasnya. Exchange Pintu telah terdaftar resmi OJK dan Bappebti serta dilengkapi dengan sistem keamanan berlapis yang dirancang untuk melindungi aset dan data pengguna secara maksimal seperti autentikasi dua faktor (2FA) dan verifikasi biometrik serta mengantongi sertifikasi keamanan internasional ISO 27001:2022.

Bukan hanya itu saja, aset pengguna disimpan utuh di PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) dan Fireblocks, dua mitra kustodian dengan teknologi kelas dunia yang menjamin keamanan penyimpanan aset digital.

2. Tokocrypto – Legal dan Biaya Kompetitif untuk Spot Trading

Setelah Pintu, Tokocrypto juga dikenal luas sebagai exchange lokal dengan struktur biaya yang sederhana dan bersaing. Platform ini menetapkan spot trading fee sekitar 0,1% untuk maker dan 0,1% untuk taker, sehingga perhitungannya mudah dipahami oleh semua level trader.

Dengan biaya flat tersebut, setiap transaksi Rp10 juta akan dikenakan potongan sekitar Rp10.000. Nilai ini masih tergolong murah dan sebanding dengan standar global. Karena itu, Tokocrypto cocok bagi pengguna yang ingin fee stabil tanpa perhitungan kompleks.

Likuiditas pasar Tokocrypto yang cukup tinggi juga membantu menekan spread harga. Dengan spread yang tipis, trader bisa masuk dan keluar pasar mendekati harga terbaik sehingga biaya efektif tetap rendah meskipun fee resmi sedikit lebih tinggi dibanding Pintu Pro.

Kombinasi tersebut membuat Tokocrypto tetap relevan bagi trader ritel yang aktif melakukan jual beli aset populer seperti Bitcoin dan Ethereum.

3. Luno – Struktur Fee Dinamis dan Transparan

Menghadirkan pendekatan berbeda melalui sistem biaya dinamis yang menyesuaikan volume transaksi pengguna. Platform ini menawarkan maker fee yang bisa mencapai 0%, sementara taker fee berkisar sekitar 0,5% hingga 0,75% tergantung volume dan pasangan perdagangan.

Artinya, jika kamu menggunakan limit order yang menambah likuiditas pasar, kamu bisa trading tanpa biaya sama sekali. Namun, jika menggunakan market order, potongan biayanya relatif lebih tinggi dibanding exchange lokal.

Karena itu, Luno lebih cocok bagi investor jangka panjang atau trader yang tidak terlalu sering melakukan transaksi cepat. Meski fee-nya lebih besar untuk taker, struktur yang sederhana tetap memudahkan pemula memahami total biaya sejak awal.

4. Upbit Indonesia – Likuiditas Kuat dengan Fee Stabil

Menawarkan biaya trading sekitar 0,25% per transaksi untuk pasar spot. Secara angka, biaya ini memang sedikit lebih tinggi dibanding Tokocrypto atau Pintu Pro, namun Upbit memiliki keunggulan pada likuiditas yang kuat.

Karena banyak pengguna aktif di platform ini, order dapat tereksekusi cepat dengan selisih harga yang tipis. Spread kecil tersebut membantu menekan biaya tersembunyi seperti slippage. Oleh sebab itu, meskipun fee nominal terlihat lebih besar, biaya efektif sering kali tetap kompetitif, khususnya saat trading aset dengan volume tinggi.
Dengan kata lain, Upbit lebih mengandalkan kestabilan pasar dan kecepatan eksekusi dibanding perang harga fee.

5. Bitocto – Alternatif Lokal dengan Biaya Ringan

Menghadirkan struktur biaya yang masih ramah bagi trader Indonesia. Platform ini menerapkan maker fee sekitar 0,15% dan taker fee sekitar 0,25%. Nilai tersebut masih tergolong wajar dan tidak terlalu membebani pengguna, terutama bagi trader pemula atau menengah.

Karena Bitocto juga mendukung transaksi rupiah langsung, pengguna dapat menghindari biaya tambahan akibat konversi. Dengan demikian, total biaya tetap terkontrol dan mudah dihitung. Antarmukanya yang sederhana pun memudahkan pengguna melakukan trading tanpa proses rumit.

Dari beberapa penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan, jika membandingkan seluruh platform, terlihat jelas bahwa Pintu Pro menawarkan biaya paling rendah dengan maker 0,07% dan taker 0,09%, diikuti Tokocrypto sekitar 0,1%, lalu Bitocto, Upbit, dan Luno dengan struktur berbeda.

Selisih beberapa basis poin memang tampak kecil, tetapi pada volume besar dan frekuensi tinggi, perbedaan tersebut bisa sangat signifikan terhadap keuntungan bersih. Karena itu, memilih exchange dengan fee rendah dan transparan menjadi langkah penting bagi siapa pun yang ingin memaksimalkan hasil trading crypto di Indonesia.

Dalam konteks ini, Pintu melalui Pintu Pro menonjol sebagai opsi paling efisien, sementara platform lain tetap dapat menjadi alternatif sesuai kebutuhan dan gaya trading masing-masing.

Dengan memahami pilihan yang ada serta mempertimbangkan kebutuhan trading kamu sendiri, investasi aset crypto dapat menjadi lebih aman, efisien, dan menguntungkan dalam jangka panjang. Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.

Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Rosa Anggreati)