Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Business Summit yang digelar di US Chamber of Commerce, Washington DC, AS. Foto: Antara.
Di Hadapan Pebisnis AS, Presiden: RI Menarik untuk Investasi
Anggi Tondi Martaon • 19 February 2026 12:51
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan posisi Indonesia sebagai destinasi investasi yang menarik dan patut diperhitungkan oleh pelaku usaha global. Hal itu disampaikan Kepala Negara di hadapan para pengusaha Amerika Serikat dalam kegiatan Business Summit yang digelar di US Chamber of Commerce, Washington DC.
"Kami sangat terbuka dengan investasi. Kami butuh investasi dan kami ingin lebih banyak investasi. Kami yakin bahwa kami kompetitif dan menarik," kata Prabowo dikutip dari Antara, Kamis, 19 Februari 2026.
Di depan kelompok pengusaha AS, Presiden Prabowo mengatakan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang tidak hanya melimpah, tetapi juga strategis. Namun, daya tarik investasi Indonesia tidak berhenti pada aspek tersebut.
RI 1 menilai Indonesia saat ini tengah mendorong percepatan industrialisasi. Hal itu dinilai membuka peluang investasi baru di berbagai sektor.
"Saya kira kami memiliki kekuatan di mineral kritis. Saya juga mendapat laporan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan cadangan tanah jarang terbesar di dunia," ungkap Prabowo.
Sementara itu, dari sisi industrialisasi, Presiden Prabowo mengatakan Indonesia kini berfokus pada hilirisasi sumber daya alam. Dicontohkan Presiden, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan menginisiasi 18 proyek hilirisasi tahun ini, termasuk proyek pengolahan sampah menjadi energi senilai Rp50,4 triliun atau setara 3 miliar dolar AS.
"Kami terus bergerak di hilirisasi industri, di mana Danantara menjadi motor penggerak utamanya. Kami bergerak sangat cepat di sektor-sektor tersebut," sebut Prabowo.

Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Business Summit yang digelar di US Chamber of Commerce, Washington DC, AS. Foto: Antara.
Berdasarkan potensi tersebut, Presiden Prabowo berharap perusahaan asal AS tidak hanya memandang Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik, tetapi juga sebagai basis produksi utama.
Presiden juga menekankan pentingnya melihat Indonesia sebagai mitra strategis di Asia Tenggara, mengingat skala ekonomi nasional yang besar.
Indonesia tetap berkomitmen menjaga iklim investasi melalui kepastian regulasi, penegakan hukum, serta tata kelola pemerintahan yang baik. Menurut Kepala Negara, faktor-faktor tersebut menjadi kunci dalam menarik minat investasi asing.
"Bagi pemimpin bisnis, kepastian adalah hal paling utama. Tidak ada yang mau investasi di situasi atau atmosfer yang dipenuhi ketidakpastian, ketidakstabilan, atau bahkan kekacauan," ujar Prabowo.