Harga Minyak Dunia Melejit Lebih dari 1%, Brent Kini Dibanderol USD71/Barel

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Minyak Dunia Melejit Lebih dari 1%, Brent Kini Dibanderol USD71/Barel

Husen Miftahudin • 20 February 2026 10:13

Houston: Harga minyak dunia melejit pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), saat Amerika Serikat (AS) dan Iran berupaya meredakan ketegangan.

Mengutip Yahoo Finance, Jumat, 20 Februari 2026, harga minyak mentah Brent berjangka sebagai patokan internasional untuk kontrak beli atau jual di masa depan, naik sebanyak satu persen menjadi USD71,03 per barel.

Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sebagai harga patokan untuk pasar domestik AS, naik sebesar 1,1 persen menjadi USD65,77 per barel.

Kenaikan harga minyak tersebut terjadi ketika AS dan Iran berupaya meredakan ketegangan melalui pembicaraan, bahkan ketika kedua pihak meningkatkan aktivitas militer di kawasan tersebut, yang merupakan pusat utama produksi minyak global.

Analis di ING menjelaskan, harga minyak melonjak karena pasar semakin khawatir atas potensi tindakan AS yang akan segera dilakukan terhadap Iran. Bagi pasar minyak, kekhawatiran utamanya adalah apa arti tindakan tersebut, bukan hanya bagi pasokan minyak Iran, tetapi juga bagi aliran minyak Teluk Persia yang lebih luas, mengingat risiko gangguan terhadap pengiriman melalui Selat Hormuz.
 

Baca juga: Harga Minyak Dunia Naik 0,4% di Tengah Pembicaraan Nuklir AS-Iran


(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
 

Selat Hormuz ditutup beberapa jam


Media Pemerintah Iran melaporkan negara itu telah menutup Selat Hormuz selama beberapa jam pada Selasa, meskipun tidak jelas apakah jalur air tersebut telah sepenuhnya dibuka kembali. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati selat tersebut, yang merupakan titik strategis penting untuk ekspor minyak mentah.

"Ketegangan antara Washington dan Teheran tetap tinggi, tetapi pandangan yang berlaku adalah konflik bersenjata skala penuh tidak mungkin terjadi, sehingga mendorong pendekatan tunggu dan lihat," kata Kepala Ahli Strategi di Nissan Securities Investment, Hiroyuki Kikukawa.

"Presiden AS Donald Trump tidak menginginkan kenaikan tajam harga minyak mentah, dan bahkan jika aksi militer terjadi, kemungkinan besar akan terbatas pada serangan udara jangka pendek," tambah Kikukawa.

Gedung Putih mengatakan beberapa kemajuan telah dicapai selama pembicaraan dengan Iran di Jenewa minggu ini, meskipun masih ada perbedaan pendapat mengenai isu-isu tertentu. Para pejabat menambahkan mereka mengharapkan Teheran untuk kembali dengan proposal yang lebih rinci dalam beberapa minggu ke depan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)