Aplikasi Kawal Haji. Foto: Media Indonesia/Media Center Haji 2026/Akmal Fauzi.
Kemenhaj Imbau Jemaah Pakai Aplikasi Kawal Haji untuk Kendala Operasional
Akmal Fauzi • 13 May 2026 07:41
Jakarta: Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong jemaah haji Indonesia 2026 untuk proaktif memanfaatkan aplikasi Kawal Haji selama berada di Arab Saudi. Platform digital ini dihadirkan sebagai langkah strategis pemerintah dalam mempercepat penanganan berbagai kendala operasional serta memperkuat pengawasan layanan berbasis digital agar lebih transparan dan akuntabel.
"Salah satunya melalui Kawal Haji, sebuah aplikasi yang kemudian mudah diakses oleh jemaah maupun petugas untuk bisa menyampaikan laporan, kemudian informasi maupun kendala layanan selama berada di Tanah Suci," ujar Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff dalam keterangannya, dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 12 Mei 2026.
Maria menjelaskan bahwa melalui aplikasi ini, setiap keluhan yang masuk akan langsung terpantau oleh sistem dan diteruskan secara otomatis ke petugas terkait di lapangan. Langkah ini diambil untuk memangkas birokrasi pelaporan konvensional agar masalah teknis, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga kesehatan, dapat segera teratasi.
"Tujuannya jelas yaitu memastikan setiap layanan kepada jemaah dapat langsung dipantau secara lebih dekat, setiap kendala dapat segera diketahui dan setiap respon dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat," tegas Maria.
.jpg)
Haji. Foto: Media Indonesia/Media Center Haji 2026/Akmal Fauzi.
Meski mengedepankan transformasi digital, Maria menambahkan bahwa pihak kementerian tetap membuka kanal pelaporan konvensional melalui petugas kloter, ketua rombongan (karom), hingga ketua regu (karu).
Integrasi teknologi ini diharapkan mampu menjaga kualitas layanan tetap optimal, terutama saat kepadatan jemaah Indonesia di Mekah mulai mencapai puncaknya menjelang fase inti ibadah haji.