Lokasi pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU), RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. (Dokumentasi/Humas Pemerintah DIY)
Gedung CMU RS Sardjito Dibangun, Menkes Tekankan Empati Layanan
Ahmad Mustaqim • 8 January 2026 21:30
Sleman: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU) RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, Kamis, 8 Januari 2026. Pembangunan gedung layanan terpadu ini disebut menjadi salah satu upaya strategis untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat agar tidak lagi memilih berobat ke luar negeri.
Budi menilai tantangan layanan kesehatan di Indonesia tidak semata terletak pada kelengkapan alat medis, melainkan juga pada aspek komunikasi dan empati tenaga kesehatan terhadap pasien. Menurutnya, banyak warga memilih berobat ke luar negeri karena merasa lebih dihargai dan dimanusiakan.
“Maka, saya titip, tingkatkan kemampuan non-medis dokter kita. Komunikasi dan empati harus utama agar pasien merasa nyaman dan percaya,” ujarnya di Yogyakarta.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. (Dokumentasi/Humas Pemerintah DIY)
Ia menjelaskan, transformasi RSUP Dr. Sardjito dilakukan secara menyeluruh, termasuk perampingan jumlah gedung dari 32 bangunan menjadi sembilan gedung utama. Meski jumlah bangunan berkurang, kapasitas dan fasilitas layanan justru ditargetkan meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat.
“Targetnya bukan di 2040, tapi kita percepat ke 2029 agar bisa diresmikan Bapak Presiden. Kita ingin RSUP Dr. Sardjito menjadi rumah sakit yang tidak hanya menyembuhkan penyakit, tapi merawat kehidupan,” ujar Budi.
Menkes menegaskan, kemegahan gedung bukanlah tolok ukur utama layanan kesehatan. Komunikasi yang baik dan empati dalam melayani pasien harus menjadi standar dasar, khususnya agar masyarakat, termasuk kelompok lansia, merasa nyaman dan terlayani dengan baik.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menambahkan, pembangunan fasilitas kesehatan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan sistem, tetapi juga tentang merawat nilai-nilai kemanusiaan dan menumbuhkan harapan bagi masyarakat.
“Rumah sakit bukan sekadar tempat penyembuhan raga, melainkan ruang pengayoman, tempat harapan dipelihara, dan rasa aman ditumbuhkan,” kata Sri Sultan.
Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito, Eniarti, menyampaikan pembangunan Gedung CMU merupakan wujud komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan kesehatan modern, terintegrasi, dan berfokus pada keselamatan pasien.
“Gedung ini akan dilengkapi berbagai fasilitas medis modern, antara lain kamar operasi canggih untuk bedah robotik dan kamar operasi hibrida dengan sistem angio-CT, serta dukungan peralatan radiologi mutakhir seperti MRI 3 Tesla dan CT spectral photon-counting,” ucap Eniarti.
Gedung Central Medical Unit akan dibangun di atas lahan seluas 10.043,77 meter persegi dengan 13 lantai dan dua basement, serta total luas bangunan mencapai 55.574 meter persegi. Fasilitas yang disiapkan meliputi 52 tempat tidur emergensi, 29 kamar operasi, enam cath lab, 192 tempat tidur perawatan intensif, laboratorium produksi sel punca, hingga fasilitas parkir yang memadai.
Pembangunan Gedung CMU melibatkan PT Hutama Karya dan PT Wijaya Karya sebagai kontraktor pelaksana, serta KSO Yodya Karya–Griksa Cipta sebagai konsultan perencana. Proyek bernilai Rp917,97 miliar ini ditargetkan menjadi Center of Excellence (CoE) dengan layanan unggulan seperti emergensi, bedah minimal invasif, transplantasi organ, dan precision medicine.
RSUP Dr. Sardjito menargetkan lebih dari 1.500 tenaga medis dan profesional kesehatan akan terlibat dalam operasional Gedung CMU. Pembangunan ini diharapkan memperkuat peran RSUP Dr. Sardjito sebagai rumah sakit rujukan nasional dengan layanan kesehatan yang berkualitas, aman, dan terjangkau bagi masyarakat.