Makam korban banjir bandang Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung. ANTARA/Yusrizal.
16 Jenazah Korban Bencana di Agam Dimakamkan Secara Massal
Whisnu Mardiansyah • 10 January 2026 23:05
Agam: Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Agam, Sumatra Barat, mencatat sebanyak 26 korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung. Proses pemakaman masih berlangsung hingga saat ini.
"16 jenazah korban dimakamkan secara massal dan 10 jasad korban dimakamkan secara mandiri," kata Kepala Dinas Sosial Agam, Villa Erdi, di Lubuk Basung pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Villa Erdi menjelaskan, pemakaman massal dilakukan dalam dua gelombang. Pemakaman massal pertama untuk 10 jenazah dilakukan pada 11 Desember 2025, sedangkan pemakaman kedua untuk enam jenazah dilaksanakan pada Rabu, 7 Januari 2026.
"Untuk 10 korban lainnya, pemakaman dilakukan secara bertahap, ada satu dan dua korban dimakamkan," katanya.
Dari 26 jenazah yang dimakamkan di TPU Sungai Jariang, 21 di antaranya dalam kondisi utuh dan lima merupakan body part atau bagian tubuh. Selain di Agam, proses pemakaman juga dilakukan di tempat lain. Di TPU Kota Padang, tercatat 17 jenazah korban yang berasal dari Kabupaten Agam dimakamkan secara massal.
"Jenazah yang telah dimakamkan, sudah ada sebagian yang teridentifikasi," ujar Villa Erdi.
TPU Sungai Jariang merupakan pemakaman umum milik Pemerintah Kabupaten Agam dengan luas sekitar 1,5 hektare. Lokasinya berada sekitar 5-8 kilometer dari pusat pemerintahan. Pemakaman umum tersebut telah dibuka sejak beberapa tahun lalu. Pada masa pandemi COVID-19, lokasi ini juga digunakan untuk memakamkan jenazah pasien terpapar virus corona.
"Sudah ada puluhan makam di lokasi ini," kata Villa Erdi.