Gubernur Babel, Hidaya Arsani, meninjau pendakalan alur sungai Pelabuhan penyebab kapal-kapal tertahan di tengah laut. Dokumentasi/ Media Indonesia
Alur Sungai Pelabuhan Dangkal, Puluhan Kapal Tertahan di Tengah Laut Babel
Media Indonesia • 30 April 2025 13:31
Bangka: Puluhan kapal yang akan bersandar di Pelabuhan Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), lima hari berlabuh di tengah laut.
Hal ini terjadi lantaran alur sungai di Pelabuhan setempat mengalami pendangkalan, sehingga kapal yang ingin merapat harus menunggu air laut pasang tinggi.
Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, mengatakan pendangkal alur Muara Sungai Pelabuhan berdampak terhadap lalulintas Kapal yang akan bersandar di Pelabuhan.
"Setiap tahun penangkapan akibat faktor alam ini kian parah, ini tentunya sangat berdampak terhadap lalulintas Kapal baik keluar maupun masuk," kata Hidayat usai melihat pendangkalan alur sungai, Rabu, 30 April 2025.
| Baca: Seorang Nelayan Tewas Akibat Bom Ikan Rakitan
|
"Kalau pasang pun tinggi air hanya 3 hingga 4 meter, sedangkan kapal itu tinggi air harus 4,9 meter," jelasnya.
Menurutnya banyak kapal-kapal besar harus menunggu lima hari, hingga air benar-benar pasang tinggi. Hal ini menyebabkan berbagai muatan kapal seperti beras dan sembako lainya tidak bisa di bongkar tepat waktu dan harga pun melonjak.
"Salah satu pemicu tingginya inflasi kita, ya ini masalah kapal tidak bisa bongkar muat tepat waktu, karena pendangkalan alur sungai sungai," ungkapnya.