Presiden Prabowo Subianto saat Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Upacara Penghormatan Militer di Lanud Suparlan, Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung Barat, Minggu, 10 Agustus 2025. Metrotvnews.com/ Roni Kurniawan
Presiden Prabowo Sampaikan Pujian untuk Prajurit TNI Usai Upacara Gelar Pasukan
Roni Kurniawan • 10 August 2025 11:28
Bandung: Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi kepada para prajurit TNI usai Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Upacara Penghormatan Militer di Lanud Suparlan, Pusdiklatpassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu, 10 Agustus 2025.
Dalam amanatnya sebagai inspektur upacara, Presiden Prabowo menyampaikan rasa bangga atas kedisiplinan, semangat, dan kesiapan para prajurit yang ditunjukkan dalam prosesi tersebut. Prabowo pun menyanjung kegiatan tersebut yang berjalan dengan baik dan bisa disaksikan langsung oleh masyarakat di Pusdiklatpassus.
"Pada hari ini kita melaksanakan upacara gelar pasukan operasional dan upacara penghormatan militer. Suatu kehormatan bagi saya bisa hadir di acara ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada Panglima TNI, seluruh pimpinan TNI, dan seluruh kementerian yang mendukung," kata Prabowo dalam sambutan di lokasi.
| Baca: Daftar Lengkap Penerima Pangkat Jenderal Kehormatan Besok
|
"Menjadi prajurit adalah kehormatan, tapi juga panggilan dan kesiapan untuk berkorban. Saya bangga melihat saudara-saudara, melihat kerelaan kalian untuk berkorban," jelas Prabowo.
Prabowo juga mengingatkan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa. Menurut Prabowo, generasi prajurit muda harus selalu mengingat bahwa Indonesia pernah mengalami penjajahan panjang yang merendahkan martabat rakyatnya.
"Bangsa kita adalah bangsa besar dan kaya, tapi ratusan tahun diganggu, diinvansi, dan dijajah. Nenek moyang kita pernah diperbudak dan diperlakukan lebih rendah dari binatang. Karena itu, bangsa kita butuh tentara yang kuat. Tidak ada bangsa yang merdeka tanpa tentara yang kuat," kata Prabowo
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia adalah bangsa yang cinta damai, namun memiliki pengalaman pahit karena sering diganggu ketika berupaya membangun kesejahteraan rakyat.
"Bangsa Indonesia tidak suka perang, tapi setiap kali kita bangkit, kita diganggu. Kekayaan kita dirampok, kita diadu domba. Saya yang telah disumpah untuk memegang teguh UUD, akan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab," ungkap Prabowo.