Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Modus Penipuan Makin Marak, Berikut Tips Aman Bertransaksi Digital
Angga Bratadharma • 14 August 2023 13:59
Jakarta: Praktik penipuan transaksi digital di Indonesia masih marak terjadi dengan berbagai modus. Berdasarkan data dari Kominfo RI, jumlah korban penipuan daring mencapai 130 ribu orang pada 2022, meningkat dibandingkan dengan 2021 yang hanya berjumlah 115.756 kasus.
Tingginya jumlah kasus ini salah satunya dipicu oleh masih rendahnya indeks literasi digital di Indonesia yang hanya sebesar 3,54 poin dari skala 1-5, dengan pilar keamanan digital memperoleh nilai terendah yakni hanya sebesar 3,12 poin dari skala 1-5.
Potensi penipuan saat bertransaksi digital juga semakin meningkat seiring tren belanja daring yang saat ini kian menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Data menunjukkan sebanyak 84,3 persen pengguna memilih untuk menggunakan dompet digital sebagai pilihan pembayaran saat berbelanja daring, diikuti penggunaan Paylater 45,9 persen.
SVP Marketing & Communications Kredivo Indina Andamari mengatakan kebiasaan belanja daring masyarakat yang diikuti dengan semakin meningkatnya transaksi digital perlu diimbangi pemahaman masyarakat tentang cara bertransaksi digital yang aman. Terlebih saat ini modus penipuan transaksi digital semakin beragam.
"Hal ini lantas menjadi tantangan industri yang memerlukan langkah serius dan kolaborasi dari masyarakat, pelaku industri, hingga pemerintah untuk menciptakan ekosistem digital yang aman, terutama melihat dampak dan kerugian yang ditimbulkan akibat modus penipuan ini pun semakin masif," kata Indina, dalam keterangan tertulis, Senin, 14 Agustus 2023.
Jaga diri dari modus penipuan transaksi digital
Pahami memberikan data pribadi seperti user ID, password, dan kode OTP menjadi gerbang awal berbagai kasus penipuan
Nomor Induk Kependudukan (NIK), foto KTP, bahkan hingga foto selfie dengan KTP bukan konsumsi publik
Selalu aktifkan Two-Factor Authentication sebagai kunci ganda keamanan akun Anda
Jangan sembarangan membuka tautan atau menerima telepon dari orang asing
"Kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya bijaksana dalam bertransaksi secara digital dan senantiasa menjaga keamanan akun pribadi mereka," pungkas dia.