KPU Jatim Target Tekan Angka Potensi Golput di Pilkada 2024

Anggota Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat (Sosdiklih Parmas) KPU Jatim, Nur Salam. (Medcom.id/Amal)

KPU Jatim Target Tekan Angka Potensi Golput di Pilkada 2024

Amaluddin • 6 September 2024 18:41

Surabaya: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, menarget menekan angka golongan putih (golput) sebesar 16 persen pada Pilkada 2024. KPU Jatim juga menarget bakal mempertahankan angka partisipasi pemilih pada Pilpres 2024 lalu sebesar 83 persen.

"Angka 16 persen itu jumlah golput pada Pemilu 2024 di Jatim pada Februari kemarin. Sementara kami juga menarget untuk menjaga partisipsi pemilih merujuk Pemilu 2024 lalu di angka 83 persen," kata Anggota Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat (Sosdiklih Parmas) KPU Jatim, Nur Salam, Jumat, 6 September 2024.

Tingginya angka golput di Pilpres, lanjut Salam, menjadi bahan evaluasi KPU Jatim supaya meningkatkan angka partisipasi pemilih. Ia pun berharap peran serta seluruh elemen terutama peningkatan partisipasi pemilih di Pilkada 2024 ini. 

Menurutnya, tugas mengajak masyarakat supaya tidak golput di Pilkada kali ini cukup berat, karena digelar secara serentak di 38 kabupaten/kota se- Jatim. "Tentu ini berat, namun bagi kami tantangan yang luar biasa di Pilkada melihat statistik sejauh ini. Tapi kami optimis bisa menjaga angka partisipasi pemilihnya," katanya.

Berdasarkan hasil analisis KPU, Salam menyebut faktor masyarakat tidak menggunakan hak pilihnya cukup kompleks. Bahkan golput tidak dipengaruhi kelompok usia, faktor pendidikan, dan wilayah.

"Jadi, golput ini sangat kompleks, tidak dipengaruhi umur saja dari 16 persen itu, apalagi latar belakang pendidikan. Misalnya angka partisipsi pemilih di Pacitan lebih tinggi dari pada Surabaya," ujarnya.

Maka itu, kata Anam, KPU Jatim menggandeng para relawan muda untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih, melalui kampanye ajakan datang ke TPS melalui media sosial dengan konten kreatif.

"Kalau tidak dengan metode sekreatif mungkin, maka tidak menarik bagi semua kalangan. Nah, hari ini kami membagikan bahan sosialisasi ke jalan-jalan, tujuannya agar masyarakat paham tanggal 27 November ada coblosan serentak. Selanjutunya hak kesadaran pemilih itu pemilih rasionalnya meningkat," pungkasnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Al Abrar)