Mayapada Eye Centre Perluas Layanan di Pusat Bisnis Jakarta untuk Profesional Urban
Perkuat Ekosistem, Mayapada Perluas Penetrasi Layanan Spesialis di Kawasan CBD
28 January 2025 18:44
Jakarta: Pola kerja dengan durasi paparan layar digital yang tinggi memicu peningkatan risiko gangguan penglihatan progresif di kalangan profesional di Jakarta. Penyakit mata seperti glaukoma, kelelahan mata digital (digital eye strain), hingga komplikasi retina kini dilaporkan semakin sering menyerang kelompok usia produktif meski sering kali muncul tanpa gejala awal yang jelas.
Kondisi ini menjadi urgensi medis yang mendasari hadirnya fasilitas subspesialis mata di kawasan pusat bisnis, salah satunya melalui pembukaan unit baru Mayapada Eye Centre (MEC) di Sudirman, Jakarta Selatan. Chief Operating Officer Mayapada Eye Centre, Navin Nathani mengatakan, lokasi ini dipilih guna mendekatkan layanan deteksi dini terhadap pekerja yang memiliki keterbatasan waktu namun terpapar risiko tinggi akibat penggunaan gawai dalam jangka panjang.
Dokter Konsultan Mata, Ucok P. Pasaribu menjelaskan, bahwa banyak gangguan mata pada pekerja kantoran bersifat progresif. Tanpa pemeriksaan rutin, kerusakan sering kali baru terdeteksi saat kondisi sudah memasuki tahap lanjut.
"Faktor seperti screen time berlebih dan minimnya istirahat mata mempercepat terjadinya kelelahan mata digital. Dukungan teknologi diagnostik untuk diagnosis presisi sangat penting bagi kelompok produktif agar kualitas penglihatan tidak menurun secara permanen," ujar dr. Ucok.
Korelasi Penyakit Sistemik dan Mata Selain faktor kelelahan, gangguan penglihatan pada masyarakat urban juga kerap berkaitan erat dengan kondisi medis lain. Penanganan gangguan mata kini tidak lagi dilihat secara parsial, melainkan harus terintegrasi dengan kondisi kesehatan umum pasien.
Layanan medis di kawasan Sudirman ini mulai menerapkan sistem penanganan lintas disiplin. Hal ini dilakukan karena gangguan mata sering kali merupakan dampak dari penyakit saraf, stroke, diabetes, hingga kondisi autoimun. Dengan koordinasi multidisiplin, komplikasi jangka panjang diharapkan dapat ditekan lebih awal.
President Director & CEO Mayapada Healthcare Navin Sonthalia mengatakan, fasilitas kesehatan di titik strategis bisnis seperti ini diharapkan mampu mengubah perilaku pekerja urban untuk lebih proaktif dalam melakukan pemeriksaan mata rutin, di samping melakukan pengobatan untuk keluhan seperti katarak melalui metode phacoemulsification atau tindakan trabektomi untuk pasien glaukoma.