Polisi Dalami Identitas Jasad Pria yang Ditemukan di Pesisir Mukomuko

Tim Basarnas bersama dengan kepolisian dan masyarakat setempat saat melakukan evakuasi terhadap jenazah tanpa identitas yang ditemukan di pesisir pantai Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Kamis (24/9/2026). (ANTARA/Anggi Mayasari)

Polisi Dalami Identitas Jasad Pria yang Ditemukan di Pesisir Mukomuko

Whisnu Mardiansyah • 24 September 2026 23:39

Mukomuko: Polres Mukomuko, Bengkulu, meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan identitas maupun penyebab kematian seorang pria yang ditemukan di kawasan pesisir Pantai Desa Rawa Bangun, Kecamatan XIV Koto, Kamis pagi, 23 September 2026.

Imbauan tersebut disampaikan setelah muncul informasi di masyarakat yang mengaitkan jasad tersebut dengan rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang di perairan Gunung Anak Krakatau (GAK). Sebelumnya, satu jasad yang ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu, telah dikonfirmasi sebagai salah satu korban hilang dari rombongan tersebut.

"Kami juga masih melakukan pendalaman untuk memastikan identitas korban serta mengetahui secara jelas kronologi dan penyebab kematiannya," kata Kapolres Mukomuko AKBP Riky Crisma Wardana di Mukomuko, seperti dilansir Antara, Kamis, 24 September 2026.

Riky menjelaskan, polisi masih mengumpulkan informasi dan melakukan pemeriksaan untuk memastikan identitas jasad sekaligus mengetahui rangkaian peristiwa yang berkaitan dengan kematian korban.

Ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi, foto, dan video yang sumber serta kebenarannya belum terverifikasi. Terlebih, informasi tersebut menyangkut identitas korban, kronologi kejadian, hingga penyebab kematian.

"Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi kemudian disebarkan kembali dan menimbulkan keresahan atau kesalahpahaman," kata dia.
 


Polres Mukomuko sebelumnya menerima laporan warga mengenai penemuan jasad laki-laki di kawasan pesisir Pantai Desa Rawa Bangun pada Kamis pagi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Kota Mukomuko bersama tim Inafis Satuan Reserse Kriminal Polres Mukomuko mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas kemudian berkoordinasi dengan tim gabungan SAR dan unsur masyarakat dalam proses penanganan di lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur.

Selain mengamankan TKP, polisi mendata sejumlah saksi serta berkoordinasi dengan tenaga medis dan pihak terkait sebelum proses evakuasi jasad dilakukan.

Jasad selanjutnya dibawa ke RSUD Mukomuko. Saat ini, jenazah berada di ruang IGD/Triase untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum.


Tim SAR memantau peta operasi pencarian delapan warga yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Banten, Senin (14/9/2026). ANTARA/ZUBI MAHROFI.


Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi korban sekaligus mendukung proses identifikasi dan penyelidikan terkait penyebab kematian. Hasil pemeriksaan medis akan menjadi salah satu bahan dalam pendalaman perkara oleh kepolisian.

Riky menegaskan, Polres Mukomuko masih mengawal seluruh tahapan penanganan kasus tersebut bersama unsur terkait. Proses itu meliputi pengamanan TKP, evakuasi jasad, pemeriksaan medis, hingga visum di RSUD Mukomuko.

Ia juga mengimbau masyarakat memberikan kesempatan kepada petugas dan keluarga korban selama proses identifikasi dan pemeriksaan berlangsung. Masyarakat diminta tidak mengganggu proses medis maupun tahapan penyelidikan yang sedang berjalan.

Warga yang mengetahui informasi terkait penemuan jasad tersebut juga diminta menyampaikannya kepada kepolisian. Informasi yang diterima akan diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai prosedur.

"Hingga saat ini, Polres Mukomuko terus mengawal proses identifikasi, pemeriksaan medis dan penyelidikan guna memperoleh fakta yang akurat mengenai kejadian tersebut," kata Riky.

(Whisnu M)