Kepala BNPB Suharyanto. Foto: Istimewa.
Kepala BNPB Jelaskan Pernyataan Roda Kehidupan Masyarakat Kalimantan Normal
Siti Yona Hukmana • 25 September 2026 21:42
Jakarta: Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan pernyataannya yang menyebutkan roda kehidupan masyarakat Kalimantan normal di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia merasa perlu menjelaskan agar masyarakat tidak salah paham.
"Perlu saya jelaskan bahwa konteks kata "normal" yang dimaksud adalah indikator terbatas terkait aktivitas dasar masyarakat, seperti lalu lintas darat, perdagangan, dan pelayanan masyarakat, yang masih tetap berjalan," kata Suharyanto dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @suharyanto_shr, Jumat, 25 September 2026.
Suharyanto menegaskan pernyataan tersebut tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan bahwa kondisi lingkungan telah normal, dan mengabaikan kondisi faktual terkait kesulitan dan penderitaan masyarakat terdampak. Bukan juga dimaksudkan untuk mereduksi fakta menurunnya kualitas hidup masyarakat terdampak karhutla dan kabut asap.
"Dalam laporan yang sama, saya juga menyampaikan bahwa tebalnya kabut asap di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, telah mengganggu penerbangan komersial maupun operasi udara untuk penanganan karhutla," ujar Suharyanto.

Kepala BNPB Suharyanto saat menyampaikan laporan dalam rapat terbatas virtual bersama Presiden Prabowo Subianto, Rabu, 23 September 2026. Foto: BPMI Setpres.
Suharyanto menyebut keberlangsungan layanan dasar dan aktivitas masyarakat menjadi salah satu gambaran situasi lapangan yang dilaporkan. Namun demikian, aspek keselamatan, kesehatan, kualitas udara, dan penanganan sumber karhutla tetap menjadi perhatian pemerintah.
Suharyanto mengaku memahami penggunaan kata "normal" dapat menimbulkan persepsi seolah-olah kondisi masyarakat tidak terdampak. Untuk itu, ia perlu meluruskan bahwa kondisi karhutla masih memerlukan penanganan serius dan pemerintah tidak menganggap persoalan ini telah selesai.
"Karena itu, saya memohon maaf kepada masyarakat terdampak karthutla jika pilihan kata yang saya gunakan dalam laporan tersebut dinilai menimbulkan kesan bahwa pemerintah menganggap kondisi masyarakat di tengah bencana kabut asap sebagai situasi yang biasa saja. Bukan begitu maksud saya," ungkap Suharyanto.
Ia memastikan BNPB bersama kementerian lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan dan seluruh unsur terkait terus bekerja keras melakukan pemadaman, penanganan dampak kesehatan serta perlindungan masyarakat atas ancaman karhutla.
BNPB juga terus memperbaiki dan mengintegrasikan data dari seluruh unsur di lapangan, agar informasi yang disampaikan kepada Presiden dan kepada masyarakat menggambarkan kondisi secara utuh dan akurat. Keselamatan, kesehatan dan kualitas hidup masyarakat terdampak, disebut selalu menjadi prioritas utama BNPB.
Adapun, pernyataan roda kehidupan masyarakat normal disampaikan Suharyanto dalam laporan saat rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto. Suharyanto memastikan roda perekonomian dan aktivitas harian warga di Kalimantan tetap berjalan kondusif. Fasilitas umum, area pertokoan, pusat kuliner, hingga arus lalu lintas darat dilaporkan tetap beroperasi normal.
"Tapi kami pastikan roda kehidupan masyarakat ini berjalan normal. Jadi lalu lintas, toko-toko, rumah makan dan lain sebagainya juga biasa, Bapak Presiden, tidak ada yang terganggu," kata Suharyanto saat melaporkan perkembangan penanganan karhutla kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas secara virtual, Rabu, 23 September 2026.