Ilustrasi. Foto: dok Kemenkeu.
Pemerintah Dorong Pembangunan Indonesia yang Inklusif
Husen Miftahudin • 22 September 2026 19:18
Jakarta: Pemerintah mendorong pembangunan yang inklusif dengan memastikan penyandang disabilitas memperoleh akses terhadap berbagai program pemberdayaan.
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui pelatihan pengelolaan keuangan, safety riding, dan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pengemudi ojek online (ojol) tunarungu. Kegiatan ini dilakukan oleh Ruang Amal Indonesia yang bekerja sama dengan IFG Life dan didukung Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) RI.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PM Dyah Tri Kumolosari mengatakan dukungan terhadap program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan komitmen terhadap penyandang disabilitas diwujudkan melalui program inklusif.
"Penyandang disabilitas adalah prioritas, bukan pelengkap. Pembangunan Indonesia adalah pembangunan yang inklusif, termasuk bagi teman-teman penyandang disabilitas. Tidak boleh ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam pembangunan," ucap Dyah dalam siaran pers, Selasa, 22 September 2026.
Menurut Dyah, kolaborasi tersebut dapat memperkuat inklusi sosial bagi penyandang disabilitas, khususnya pengemudi ojol tunarungu.
"Kami dari Kemenko PM memberikan penghargaan, penghormatan yang luar biasa kepada kawan-kawan driver ojol. Kami ingin memastikan, ketika teman-teman turun ke jalan itu aman dalam berkendara, dan mendapat akses jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas dia.

(Pelatihan pengelolaan keuangan, safety riding, dan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pengemudi ojek online (ojol) tunarungu. Foto: dok IFG Life)
Diikuti 60 pengemudi ojol tunarungu
CEO Ruang Amal Indonesia Slamet Tuharie mengatakan pengemudi ojol menjadi salah satu kelompok pekerja yang perlu mendapatkan dukungan, termasuk melalui literasi keuangan dan safety riding.
"Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta dari Jabodetabek, dan di Jabodetabek sendiri jumlah pengemudi ojol tunarungu ada sekitar 1.300 orang. Kegiatan ini merupakan kali kedua dengan IFG Life," jelas Slamet.
Menurut dia, pelatihan tersebut diharapkan membantu peserta menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan keselamatan berkendara.
Corporate Secretary IFG Life Gatot Haryadi mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka akses bagi pengemudi ojol yang merupakan penyandang disabilitas.
"Acara ini penuh makna, membuka wawasan bagi pengemudi ojol terkait perencanaan keuangan dan juga pelatihan safety riding," ujar Gatot. Ia berharap materi yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.