Mentrans: Kawasan Transmigrasi Siap jadi Lumbung Pangan Nasional

Ilustrasi petani. Foto: MI/Susanto.

Mentrans: Kawasan Transmigrasi Siap jadi Lumbung Pangan Nasional

Fachri Audhia Hafiez • 25 June 2026 22:59

Gorontalo: Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa kawasan transmigrasi kini disiapkan menjadi sentra produksi pangan dan energi masa depan. Langkah strategis ini diambil guna menopang dan menyukseskan agenda besar swasembada yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Transmigrasi saat ini tidak lagi hanya dipahami sebagai perpindahan penduduk, tetapi sebagai strategi pembangunan kawasan produktif yang mampu mendukung ketahanan pangan, energi, dan pemerataan ekonomi," kata Iftitah saat menghadiri Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII di Kabupaten Gorontalo dikutip pada Kamis, 25 Juni 2026.
 


Iftitah menjelaskan, paradigma baru transmigrasi ini sangat relevan dengan arahan Presiden yang menekankan bahwa Indonesia tidak boleh terus-menerus bergantung pada impor pangan. Kemerdekaan sejati harus mampu menghadirkan kesejahteraan nyata bagi rakyat kecil, khususnya para petani dan nelayan yang selama ini menjadi tulang punggung bangsa.

Menurutnya, kawasan transmigrasi di berbagai daerah memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan sebagai pusat perkebunan, peternakan, perikanan, hingga energi berbasis potensi lokal. Dengan intervensi infrastruktur modern, adopsi teknologi, penguatan kelembagaan ekonomi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, kawasan ini akan menjadi pilar penting bagi kemandirian bangsa.


Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara (kedua dari kiri) dan Presiden Prabowo Subianto (tengah). Foto: Dok. Kementrans.

Dalam forum PENAS XVII tersebut, dilaporkan pula sejumlah capaian positif di sektor agraria. Beberapa di antaranya meliputi penurunan harga pupuk sebesar 20 persen, lonjakan Nilai Tukar Petani (NTP) hingga mencapai 127 persen, pertumbuhan sektor pertanian sebesar 5,74 persen, serta total capaian produksi pangan nasional yang kini menembus angka 38 juta ton.

Melalui momentum ini, Kementerian Transmigrasi kembali mempertegas komitmen untuk menyelaraskan arah pembangunan di seluruh wilayah penempatan dengan prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini demi memperkuat kedaulatan pangan, swasembada energi, serta kesejahteraan masyarakat di pelosok nusantara.

(Fachri Audhia Hafiez)