KBRI Roma Kenalkan Mode Berkelanjutan Indonesia Lewat Dea Terra: Mother Earth

KBRI Roma menggelar fashion show Dea Terra: Mother Earth di Italia untuk mempromosikan wastra Indonesia, UMKM, dan diplomasi budaya. (KBRI Roma)

KBRI Roma Kenalkan Mode Berkelanjutan Indonesia Lewat Dea Terra: Mother Earth

Willy Haryono • 24 June 2026 18:32

Roma: KBRI Roma menyelenggarakan rangkaian peragaan busana bertajuk "Dea Terra: Mother Earth" di Italia sebagai upaya mempromosikan budaya, ekonomi kreatif, dan produk unggulan Indonesia kepada masyarakat internasional.

Kegiatan yang berlangsung di San Polo D'Enza pada 19 Juni 2026 serta di Roma pada 23–24 Juni 2026 tersebut merupakan hasil kolaborasi KBRI Roma dengan diaspora Indonesia Eny Sariyati Thalib, para desainer muda Indonesia, serta komunitas Wastra Warna Indonesia.

Mengusung tema "Mother Earth," acara ini menyoroti penghormatan terhadap alam sebagai sumber inspirasi sekaligus menekankan pentingnya keberlanjutan dalam industri mode. Konsep tersebut diwujudkan melalui penggunaan wastra tradisional Indonesia, pewarna alami, serta desain yang terinspirasi dari kekayaan alam Nusantara.

Rangkaian acara dibuka melalui fashion show di Balai Kota San Polo D'Enza yang digelar bekerja sama dengan pemerintah setempat.

Kegiatan kemudian berlanjut di Ruang Garuda Wisma Duta KBRI Roma pada 23 Juni dengan menghadirkan berbagai kalangan, mulai dari korps diplomatik, akademisi, pemerhati mode, hingga masyarakat Italia.

Acara juga dibuka untuk masyarakat umum dan diaspora Indonesia pada 24 Juni sebagai bagian dari upaya memperluas promosi budaya Indonesia di Italia.

Tampilkan Karya Desainer Muda Indonesia

Peragaan busana Dea Terra menampilkan karya dua desainer muda Indonesia, yakni Rafi Ridwan dan Maria Angelita.

Rafi Ridwan dikenal sebagai desainer muda penyandang tunarungu yang telah menorehkan berbagai prestasi internasional. Ia memulai debutnya pada usia sembilan tahun dan pernah membawa tenun Indonesia Timur tampil di panggung mode Amerika Serikat.

Atas dedikasinya dalam mempromosikan budaya Indonesia melalui fesyen, Rafi menerima sejumlah penghargaan, termasuk Anugerah Kebudayaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2016 serta Insert Fashion Award pada 2019.

Sementara itu, Maria Angelita menghadirkan koleksi yang memadukan estetika, kenyamanan, dan kualitas premium melalui label by.Margel. Karyanya dikenal mengedepankan nilai emosional dan karakter yang dekat dengan perempuan modern.

Selain peragaan busana, Dea Terra juga menghadirkan mini bazaar yang menampilkan berbagai produk UMKM Indonesia, mulai dari wastra tradisional, kerajinan tangan, aksesori, hingga produk kreatif lainnya.

Kegiatan tersebut bertujuan membuka peluang pasar bagi produk-produk Indonesia di Italia dan kawasan Eropa, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan ekspor sektor ekonomi kreatif.

Promosi kuliner Indonesia juga menjadi bagian dari acara melalui penyajian berbagai hidangan khas Nusantara kepada para tamu undangan.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi diplomasi kuliner atau gastrodiplomacy untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui makanan.

Diplomasi Budaya Indonesia

Duta Besar RI untuk Italia, Prof. Dr. Junimart Girsang, mengatakan kegiatan ini mencerminkan sinergi antara diplomasi budaya dan pemberdayaan ekonomi kreatif Indonesia.

“Melalui Dea Terra: Mother Earth, kami ingin menunjukkan bahwa mode Indonesia tidak hanya berbicara tentang keindahan, tetapi juga tentang penghormatan kepada alam, kekayaan wastra nusantara, dan kerja keras para pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung industri kreatif kita,” ujar Dubes Junimart, dalam siaran pers KBRI Roma yang diterima Metrotvnews.com, Rabu, 24 Juni 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi jembatan budaya, tetapi juga jembatan ekonomi yang mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan Italia.

KBRI Roma menilai Dea Terra merupakan momentum strategis untuk memperkenalkan karya kreatif Indonesia kepada masyarakat internasional sekaligus memperkuat citra positif Indonesia melalui jalur diplomasi lunak (soft diplomacy).

Melalui perpaduan fesyen, budaya, kuliner, dan produk UMKM, Indonesia berupaya menunjukkan kekayaan identitas nasional sekaligus memperluas peluang kerja sama budaya dan ekonomi dengan Italia.



Baca juga:  KBRI Roma Gelar Kegiatan Mondo Nusantara, Promosikan Budaya Indonesia di Italia

(Willy Haryono)