RUPST DEPO Tahun Buku 2025. Foto: dok DEPO.
DEPO Tebar Dividen Rp10,2 Miliar
Husen Miftahudin • 30 June 2026 11:44
Jakarta: PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp1,5 per saham dengan total nilai Rp10,2 miliar.
Para pemegang saham juga menetapkan dana cadangan sebesar Rp5 miliar sesuai ketentuan yang berlaku. Sisa laba bersih akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha.
Dalam agenda RUPST, pemegang saham turut menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi yang efektif berlaku mulai 1 Juli 2026. Henryanto Komala ditunjuk sebagai Direktur Utama Perseroan, sementara Kambiyanto Kettin diangkat sebagai Komisaris Utama.
Dalam laporan kinerja keuangan di sepanjang 2025, DEPO membukukan pendapatan usaha sebesar Rp2,88 triliun, naik 2,1 persen dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp2,82 triliun. Pertumbuhan ini ditopang penjualan organik di berbagai wilayah operasional, dengan kontribusi terbesar berasal dari Bali.
Selain itu, DEPO mencatat laba kotor sebesar Rp584,2 miliar, meningkat dari Rp557,3 miliar pada tahun sebelumnya. Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp77 miliar.
| Baca juga: Cuan! Indofood Tebar Dividen Rp290 per Saham, Cair Akhir Juli |
Fokus ekspansi dan penguatan fundamental
Komisaris Utama DEPO Kambiyanto Kettin menyampaikan DEPO akan tetap fokus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui ekspansi yang terukur, efisiensi operasional, penguatan portofolio produk, dan pengembangan kapabilitas digital.
"Perseroan melihat peluang pertumbuhan yang masih terbuka seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat terhadap produk bahan bangunan dan home improvement di berbagai wilayah Indonesia," kata Kambiyanto dalam keterangan tertulis, Selasa, 30 Juni 2026.
"Oleh karena itu, kami akan terus memperkuat daya saing melalui peningkatan kualitas layanan, penguatan portofolio produk, serta pengembangan jaringan usaha secara selektif dan terukur," tambah dia.
Menurut Kambiyanto, strategi ekspansi toko akan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan potensi pasar, kualitas lokasi, dan disiplin investasi.
"Kami meyakini ekspansi yang dilakukan secara selektif dan didukung pemahaman pasar yang kuat akan semakin memperkuat posisi perseroan di industri ritel bahan bangunan nasional," jelas dia.
Selain ekspansi fisik, DEPO menempatkan pengembangan kanal digital sebagai salah satu prioritas utama dalam strategi omnichannel. Perseroan berupaya meningkatkan profitabilitas melalui optimalisasi bauran produk, peningkatan kontribusi produk house brand, penguatan kerja sama dengan pemasok strategis, serta efisiensi operasional.
"Kanal digital kami pandang sebagai pelengkap strategis bagi jaringan toko fisik. Melalui pendekatan omnichannel, perseroan berupaya menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih mudah, nyaman, dan terintegrasi bagi pelanggan, sekaligus mendukung efektivitas operasional dan penguatan hubungan dengan pelanggan," jelas Kambiyanto.

(Ilustrasi. Foto: dok MI)
Dana IPO terealisasi penuh
Perseroan melaporkan seluruh dana bersih hasil IPO sebesar Rp487,8 miliar telah terealisasi sesuai rencana penggunaan yang telah disampaikan kepada regulator dan pemegang saham. Dana tersebut digunakan untuk belanja modal, pelunasan pinjaman, investasi pada entitas anak, serta modal kerja Perseroan.
Menutup pernyataannya, Kambiyanto menegaskan manajemen akan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, profitabilitas, dan tata kelola perusahaan.
"Fokus utama manajemen ke depan adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, profitabilitas, dan disiplin pengelolaan modal. Kami berkomitmen menjalankan strategi yang memperkuat fundamental Perseroan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan," tutup dia.