Program Cendawan Juara di Kelurahan Guntung, Kota Bontang. Foto: dok Pupuk Kaltim.
Pupuk Kaltim Komitmen Bangun Ekonomi Inklusif
Husen Miftahudin • 1 July 2026 11:41
Jakarta: PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menegaskan komitmen perusahaan dalam membangun ekonomi inklusif melalui pemberdayaan masyarakat dan penciptaan nilai bersama bagi lingkungan.
Tahun ini Pupuk Kaltim mengangkat program "Cerdas Dalam Wirausaha Jamur Unggulan untuk Masyarakat Sejahtera (Cendawan Juara). Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan membangun kemandirian ekonomi, melalui pengembangan budidaya jamur yang terintegrasi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Ditopang penguatan kelembagaan kelompok, serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
VP TJSL Pupuk Kaltim Rezha Abdillah mengungkapkan program Cendawan Juara dilaksanakan di Kelurahan Guntung, Kota Bontang. Inisiatif ini selaras dengan komitmen perusahaan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan pekerjaan layak, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta penguatan kemitraan dalam pembangunan.
"Melalui Cendawan Juara, Pupuk Kaltim mendorong pendekatan ekonomi sirkular dalam membangun usaha masyarakat yang tidak hanya berorientasi ekonomi, tapi juga memberi manfaat nyata terhadap pelestarian lingkungan," ujar Rezha dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 1 Juli 2026.
Dijelaskan Rezha, program Cendawan Juara berjalan sejak 2025, dengan rencana pendampingan hingga 2029. Pendekatan jangka panjang dirancang agar kelompok binaan tidak hanya mampu menjalankan budidaya, tapi juga berkembang menjadi usaha mandiri dengan tata kelola yang baik, serta mampu memperluas manfaat program bagi masyarakat sekitar.
Program ini melibatkan 29 masyarakat yang mayoritas berasal dari kelompok lanjut usia di Kelurahan Guntung. Pemilihan sasaran didasarkan pada upaya meningkatkan partisipasi kelompok rentan dalam aktivitas ekonomi produktif, sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi keluarga dan masyarakat.
Aktivitas utama meliputi budidaya jamur, pemanfaatan limbah baglog sebagai pupuk kompos, hingga produksi berbagai olahan makanan berbahan dasar jamur. Seluruh aktivitas saling terintegrasi, sehingga mampu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya sekaligus meminimalkan limbah yang dihasilkan.
Seluruh anggota binaan pun mendapat pendampingan dalam berbagai aspek. Mulai dari teknik budidaya jamur, pengelolaan kelembagaan kelompok, pengembangan usaha, hingga pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah.
"Pendekatan tersebut menjadikan program tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, namun juga menciptakan rantai nilai ekonomi dengan lebih luas," lanjut Rezha.
| Baca juga: Indonesia Kirim Perdana 47 Ribu Ton Pupuk Urea ke Australia |
(Pupuk Kaltim meraih penghargaan AREA 2026 pada kategori Social Empowerment. Foto: dok Pupuk Kaltim)
Tingkatkan kualitas program pemberdayaan masyarakat
Atas upaya tersebut, Pupuk Kaltim kembali mencatatkan prestasi di kancah Internasional, dengan meraih penghargaan Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) 2026, pada kategori Social Empowerment. Penghargaan ini konsisten diraih Pupuk Kaltim sejak 2019, melihat keberhasilan Perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat dan penciptaan nilai bersama bagi lingkungan.
Bagi Pupuk Kaltim, pencapaian pada ajang AREA 2026 ini bagian dari perjalanan panjang Perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas program pemberdayaan masyarakat.
Utamanya berorientasi pada penciptaan nilai bersama dalam memberi manfaat, yang diharap mampu memperkuat pembangunan ekonomi dan sosial secara inklusif. Terlebih penghargaan ini merupakan ke-8 kali berhasil diraih dan dipertahankan Pupuk Kaltim sejak 2019.
"Melalui Cendawan Juara, Pupuk Kaltim ingin menunjukkan inovasi sosial yang dibangun bersama masyarakat dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan, memperkuat ketahanan ekonomi lokal, serta menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan," tutup Rezha.