Ekuador merayakan kemenangan 2-1 atas Jerman pada laga terakhir Grup E Piala Dunia 2026. (Foto: Instagram @latriecu)
Jakarta: Jerman gagal mengakhiri perjalanan di babak penyisihan Grup E Piala Dunia 2026 dengan hasil sempurna. Setelah meraih dua kemenangan beruntun, Die Mannschaft harus mengakui keunggulan Ekuador dengan skor 1-2 pada laga terakhir, Jumat, 26 Juni 2026, dini hari WIB.
Meski kalah, hasil tersebut tidak mengubah nasib Jerman. Tim asuhan Julian Nagelsmann tetap melaju ke babak 32-besar sebagai juara Grup E dengan koleksi enam poin. Jerman unggul head to head atas Pantai Gading yang memiliki jumlah poin sama setelah menang 2-1 pada pertemuan kedua tim di laga sebelumnya.
Jerman sebenarnya tampil dominan sepanjang pertandingan yang digelar di Stadion MetLife itu. Die Mannschaft menguasai 61,1 persen penguasaan bola. Namun, dominasi tersebut gagal dikonversi menjadi kemenangan akibat kurang efektif di depan gawang lawan.
Dari 11 percobaan, Jerman hanya mampu melepaskan tiga tembakan tepat sasaran dan hanya satu yang berbuah gol.
Sebaliknya, Ekuador tampil jauh lebih efektif. La Tri hanya mencatatkan tujuh percobaan, tetapi tiga di antaranya mengarah ke gawang dan dua berhasil dikonversi menjadi gol melalui Nilson Angulo pada menit kesembilan dan Gonzalo Plata pada menit ke-77.
Kemenangan tersebut membuat Ekuador mengakhiri fase grup di peringkat ketiga dengan koleksi empat poin. Posisi itu sudah cukup membawa La Tri lolos ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Selain hasil pertandingan, duel Ekuador kontra Jerman juga melahirkan sejumlah catatan menarik. Berikut delapan fakta yang dirangkum Metrotvnews.com dari berbagai sumber.
1. Starter tertua Jerman dalam 28 tahun
Jerman menurunkan susunan pemain inti dengan rata-rata usia 28 tahun 242 hari. Ini menjadi starter tertua Die Mannschaft dalam pertandingan Piala Dunia sejak perempat final edisi 1998 saat menghadapi Kroasia, ketika rata-rata usia pemain inti mencapai 30 tahun 170 hari.
2. Gol kilat Sane masuk buku sejarah
Gol Leroy Sane pada menit kedua menjadi gol tercepat kedua yang pernah dicetak Jerman di ajang Piala Dunia. Rekor tercepat masih dipegang Ernst Lehner yang mencetak gol pada menit pertama saat Jerman mengalahkan Austria 3-2 dalam perebutan tempat ketiga Piala Dunia 1934.
3. Penantian panjang Sane berakhir
Gol ke gawang Ekuador menjadi gol pertama Leroy Sané dalam turnamen besar bersama Jerman setelah menjalani 15 penampilan di Piala Dunia dan Piala Eropa. Gol tersebut lahir melalui tembakan ke-15 yang dilepaskannya di dua ajang tersebut.
4. Angulo bantu Sunderland masuk daftar elite
Gol Nilson Angulo membuat kini sudah ada empat pemain Sunderland yang mencetak gol di Piala Dunia 2026. Jumlah tersebut hanya kalah dari Paris Saint-Germain yang telah menyumbang enam pencetak gol berbeda sepanjang turnamen.
5. Enner Valencia pecahkan rekor
Dengan tampil sebagai starter menghadapi Jerman, Enner Valencia mencatatkan penampilan kesembilan di Piala Dunia. Catatan tersebut membuatnya resmi menjadi pemain Ekuador dengan jumlah penampilan terbanyak di putaran final Piala Dunia, melampaui Edison Mendez.
6. Jerman perpanjang catatan buruk
Jerman kini selalu kebobolan dalam sembilan pertandingan Piala Dunia secara beruntun. Ini menjadi rentetan terpanjang Die Mannschaft tanpa mencatatkan clean sheet di Piala Dunia dalam 72 tahun terakhir. Rentetan tersebut mencakup lima pertandingan pada Piala Dunia 2022 dan empat laga di Piala Dunia 2026.
7. Kekalahan fase grup kian bertambah
Sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia, Jerman telah menelan sembilan kekalahan pada fase grup. Yang lebih mengkhawatirkan, empat dari sembilan kekalahan tersebut terjadi dalam tiga edisi Piala Dunia terakhir.
8. Catatan Jerman sejak juara dunia 2014
Sejak menjuarai Piala Dunia 2014, Jerman mencatatkan jumlah kemenangan dan kekalahan yang sama di ajang tersebut. Die Mannschaft membukukan empat kemenangan dan empat kekalahan sepanjang periode tersebut.