Korban Tewas Gempa Venezuela Tambah jadi 1.943 Jiwa, 59 Ribu Bangunan Rusak

Korban tewas terus bertambah akibat gempa di Venezuela. Foto: The New York Times

Korban Tewas Gempa Venezuela Tambah jadi 1.943 Jiwa, 59 Ribu Bangunan Rusak

Fajar Nugraha • 1 July 2026 08:41

Caracas: Korban tewas akibat gempa bumi di Venezuela meningkat menjadi 1.943 jiwa seiring berlanjutnya upaya penyelamatan.

Pihak berwenang mengatakan lebih dari 6.400 orang telah diselamatkan, sementara ribuan orang mungkin telah berhasil keluar dari reruntuhan bangunan tanpa bantuan resmi di daerah yang paling parah terkena dampak.

Bertambahnya jumlah korban tewas akibat dua gempa bumi beruntun pekan lalu diungkapkan oleh Presiden Majelis Nasional Jorge Rodriguez.

Dalam pidato di televisi pemerintah pada Selasa, Rodriguez mengatakan bahwa total 10.571 orang telah terluka.

Tim penyelamat telah menyelamatkan 6.461 orang di Venezuela sejak pekan lalu, kata Presiden Majelis Nasional Jorge Rodriguez.

Angka sebenarnya kemungkinan lebih dekat ke 20.000, katanya, jika memperhitungkan ribuan orang lagi yang terkubur di bawah reruntuhan di negara bagian La Guaira yang paling parah terkena dampak yang "mampu keluar sendiri atau dengan bantuan teman dan keluarga."

Menurut Survei Geologi AS, dua gempa bumi dengan magnitudo 7,2 dan 7,5 melanda negara Amerika Selatan tersebut pada 24 Juni.

59 Ribu bangunan rusak

Para peneliti di badan antariksa AS NASA mengatakan dalam sebuah laporan bahwa Hampir 59.000 bangunan rusak atau hancur akibat gempa kembar itu. Sedangkan perkiraan yang jauh lebih tinggi daripada angka resmi sejauh ini.

“Sekitar 58.870 bangunan kemungkinan rusak atau hancur di seluruh wilayah yang terkena dampak,” menurut sebuah laporan berdasarkan data radar satelit yang dikumpulkan pada 25 Juni oleh para peneliti Corey Scher dan Jamon Van Den Hoek dari Universitas Negeri Oregon.

Laporan tersebut menggunakan data radar Sentinel-1 dari Badan Antariksa Eropa. Para peneliti menggambarkannya sebagai “penilaian awal yang cepat” yang menunjukkan “perubahan permukaan yang tiba-tiba dan konsisten dengan kerusakan,” dan mencatat bahwa hal tersebut belum diverifikasi di lapangan dan harus dianggap sebagai indikator awal.

Sebaliknya, laporan resmi terbaru pemerintah Venezuela, yang disampaikan pada hari Senin oleh Presiden Majelis Nasional Jorge Rodriguez, menyatakan bahwa 855 bangunan rusak, termasuk 189 bangunan yang runtuh.

Rodriguez mengatakan jumlah korban tewas akibat gempa beruntun tersebut meningkat menjadi 1.719, sementara 5.034 lainnya terluka.

Menurut Survei Geologi AS, dua gempa bumi dengan magnitudo 7,2 dan 7,5 melanda negara Amerika Selatan tersebut pada tanggal 24 Juni, dengan selang waktu 39 detik.

Gempa bumi berkekuatan 7,5 terjadi 23 kilometer tenggara Yumare di negara bagian Yaracuy, sementara gempa berkekuatan 7,2 terjadi 23,9 km timur laut San Felipe, juga di negara bagian Yaracuy.

(Fajar Nugraha)