Rusia Peringatkan Dampak Serius Jika AS Serang Iran Lagi

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. (EFE)

Rusia Peringatkan Dampak Serius Jika AS Serang Iran Lagi

Muhammad Reyhansyah • 19 February 2026 19:50

Moskow: Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov memperingatkan bahwa setiap serangan baru Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dapat membawa konsekuensi serius dan meningkatkan risiko insiden nuklir.

Dalam wawancara dengan televisi Al Arabiya yang dipublikasikan pada Rabu kemarin, Lavrov mengatakan serangan sebelumnya terhadap fasilitas nuklir Iran yang berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah menimbulkan ancaman nyata.

“Konsekuensinya tidak baik. Sudah ada serangan terhadap Iran di lokasi nuklir yang berada di bawah kendali Badan Energi Atom Internasional. Dari yang bisa kami nilai, ada risiko nyata terjadinya insiden nuklir,” ujarnya, dikutip Channel News Asia, Kamis, 19 Februari 2026.

Lavrov menambahkan negara-negara di kawasan Timur Tengah, termasuk negara Arab dan monarki Teluk, tidak menginginkan peningkatan ketegangan.

“Saya dengan hati-hati mengikuti reaksi di kawasan dari negara-negara Arab, monarki Teluk. Tidak ada yang menginginkan peningkatan ketegangan. Semua memahami bahwa ini bermain dengan api,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Amerika Serikat dan Iran menggelar perundingan tidak langsung di Jenewa untuk meredakan ketegangan terkait program nuklir Teheran.

Seorang pejabat senior AS mengatakan Iran diperkirakan akan menyerahkan proposal tertulis mengenai penyelesaian kebuntuan tersebut, sementara Washington tetap menuntut Iran menghentikan program nuklirnya. Teheran menolak tuntutan tersebut dan menegaskan program nuklirnya bertujuan damai.

Lavrov menyatakan Rusia terus menjalin komunikasi dengan Iran dan tidak meragukan komitmen Teheran terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir.

Ia juga mengatakan negara-negara Arab telah menyampaikan pesan kepada Washington agar menahan diri dan mencari solusi yang tidak melanggar hak Iran untuk menjalankan program nuklir damai.

Baca juga:  Di Tengah Tekanan AS, Iran Gelar Latihan Militer dengan Tiongkok-Rusia

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)