Pasokan Minyakita Terbatas, Pemerintah Siapkan Minyak Goreng Second Brand

Ilustrasi, minyak goreng kemasan MinyaKita. Foto: dok Biro Humas Kemendag.

Pasokan Minyakita Terbatas, Pemerintah Siapkan Minyak Goreng Second Brand

Husen Miftahudin • 18 February 2026 14:36

Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Susanto menyatakan pemerintah akan mendorong peningkatan produksi dan distribusi minyak goreng alternatif atau second brand guna mengurangi ketergantungan pasar terhadap minyak goreng rakyat atau Minyakita.

Budi menyampaikan, langkah ini diambil karena pasokan Minyakita dinilai terbatas, seiring mekanisme domestic market obligation (DMO) yang bergantung pada volume ekspor minyak sawit mentah (CPO). Ketika ekspor turun, kewajiban pasokan untuk dalam negeri juga terbatas.

"Nanti kita perbanyak yang second brand, jadi minyak pendamping Minyakita," ujar Budi di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 18 Februari 2026.

Ia menjelaskan, sebelum adanya program Minyakita, porsi minyak goreng second brand di pasar bisa mencapai sekitar 50 persen. Namun setelah Minyakita hadir dengan harga Rp15.700 per liter, sebagian besar konsumen beralih, sehingga produk second brand berkurang.
 

Baca juga: Mendag Minta Produksi Minyak Goreng Second Brand Setara MinyaKita Diperbanyak


(Minyak goreng Minyakita. Foto: dok Metrotvnews.com)
 

Buka opsi variasi ukuran kemasan hingga 300 ml


Kemendag kini mendorong produsen kembali memperbanyak merek dan varian minyak goreng tersebut. Pemerintah juga membuka opsi variasi ukuran kemasan, mulai dari 300 mililiter (ml) hingga 500 mililiter agar harga lebih terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Minyakita jumlahnya terbatas. Jadi semua biar nggak fokus ke Minyakita, tapi banyak pilihan minyak goreng-minyak goreng yang lainnya dengan berbagai jenis ukurannya," jelas dia.

Budi menambahkan, pihaknya juga telah mendatangi sejumlah produsen di Bekasi dan Palembang untuk mendorong percepatan produksi second brand, termasuk memastikan Standar Nasional Indonesia (SNI) dapat terpenuhi, sekaligus distribusinya.

Menurut dia, dengan semakin banyak pilihan minyak goreng di pasar, tekanan terhadap Minyakita dapat berkurang dan stabilitas harga lebih terjaga.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)