Momen Perdana Presiden Kunjungi Kampung Nelayan di Gorontalo

Presiden Prabowo Subianto di Kampung Nelayan Gorontalo. Foto: Metro TV/Kautsar

Momen Perdana Presiden Kunjungi Kampung Nelayan di Gorontalo

Kautsar Widya Prabowo • 9 May 2026 17:03

Gorontalo: Presiden Prabowo Subianto meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato Selatan, Gorontalo, Sabtu, 9 Mei 2026. Kunjungan ke KNMP ini, merupakan lawatan perdana Presiden Prabowo Subianto.

Pantauan Metrotvnews.com, Presiden tiba di lokasi pada pukul 14.37 WITA. Presiden tampak menggunakan pakain safari berwarna coklat, topi biru, dan kacamata hitam.

Presiden tampak didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya.
 


Presiden disambut langsung jajaran Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) setempat. Kedatangan Presiden disambut meriah oleh ratusan nelayan yang menggunakan kaos berwarna putih dan bertuliskan KNMP Sukses Nelayan Sejahtera di bagian belakang.

Prabowo langsung meninjau salah satu fasilitas yang ada di KNMP Leato Selatan, yaitu pabrik es portabel.
Diketahui, fasilitas tersebut sangat dibutuhkan oleh para nelayan untuk menyimpan ikan tangkapannya dalam jangka panjang.

Selanjutnya, Presiden berbincang-bincang dengan ratusan nelayan. Diketahui, Presiden akan meresmikan 1.386 KNMP serentak di beberapa daerah pada Desember 2026. Saat ini, sebanyak 65 KNMP sudah selesai dibangun.


Presiden Prabowo Subianto di Kampung Nelayan Gorontalo. Foto: Metro TV/Kautsar

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor kelautan melalui pembangunan desa-desa nelayan secara terintegrasi di seluruh Indonesia. Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 1.000 desa nelayan, sebagai bagian dari target besar 5.000 desa nelayan hingga 2029.

Ini merupakan KNMP Tahap I Tahun 2025 yang diselesaikan pada 31 Desember 2025 di atas lahan seluas 3.895 meter persegi. Fasilitas ini dibangun dengan ongkos pembangunan Rp 15,8 miliar.

Pembangunan kawasan ini dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat nelayan yang terintegrasi dengan fasilitas produksi, penanganan hasil perikanan, dan layanan pendukung kawasan pesisir.

Kampung nelayan ini mencakup 835 Kepala Keluarga (KK), dengan 612 orang berprofesi sebagai nelayan aktif dan didukung 214 unit kapal perikanan.

Adapun kawasan ini memiliki potensi perikanan tangkap yang cukup besar dengan komoditas utama berupa ikan selar, cakalang, dan tuna yang menjadi sumber utama pendapatan masyarakat sekaligus komoditas unggulan perikanan Kota Gorontalo.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)