Business Networking International Pacu UKM Indonesia Tembus Pasar Global

BNI Indonesia National Director Grace Hakim. Foto: dok BNI.

Business Networking International Pacu UKM Indonesia Tembus Pasar Global

Ade Hapsari Lestarini • 15 January 2026 16:21

Jakarta: Business Networking International (BNI), komunitas bisnis referal terbesar di dunia, resmi memperkenalkan Achievers Chapter sebagai chapter ke-29 di Indonesia. Chapter ini beranggotakan 52 orang pemilik bisnis dari berbagai sektor dan diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi nasional. BNI merupakan organisasi bisnis referal global dengan rekam jejak panjang lebih dari 40 tahun sejak berdiri pada 1985. Saat ini BNI memiliki lebih dari 11.600 chapter BNI di seluruh dunia.

BNI Indonesia National Director Grace Hakim menjelaskan di tengah tantangan ekonomi global dan domestik, kekuatan jejaring dan kolaborasi menjadi kunci daya tahan dunia usaha. BNI dapat mendorong terciptanya lebih banyak peluang bisnis, lapangan kerja, dan inovasi yang memberikan dampak, tidak hanya kepada pelaku ekonomi lokal namun juga bagi perekonomian Indonesia. BNI hadir sebagai platform yang mempertemukan para pengusaha untuk saling mereferensikan, build trust dan memperkuat kualitas jejaring bisnis BNI di Indonesia.

"BNI Achievers akan menjadi salah satu role model dalam membangun ekosistem bisnis yang sehat, saling mendukung, dan berkelanjutan. Seperti chapter sebelumnya, diisi oleh para pelaku usaha lintas sektor yang memiliki semangat kolaborasi tinggi, transfer knowledge dan komitmen kuat untuk bertumbuh bersama," jelas Grace dalam keterangan resmi, Kamis, 15 Januari 2026.

Klasifikasi yang terdapat di BNI Achievers saat ini mencerminkan kekuatan dan keberagaman ekosistem bisnis yang solid, meliputi Legal & Incorporation Services, Business Services, Marketing Services & Media, Construction Services, Manufacturing & Trading, Health & Wellness, Food & Beverage, Training & Development, Event & Travel, serta IT Product & Services.
 
Keberagaman sektor ini memperkuat sinergi lintas industri, membuka peluang kolaborasi strategis, serta menciptakan value chain yang saling terintegrasi guna mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

Grace mengatakan, saat ini BNI telah hadir dan bertumbuh di tujuh kota strategis di Indonesia, yaitu Jakarta, Tangerang, Bandung, Cirebon, Surabaya, Semarang, dan Bali. Kehadiran di berbagai wilayah ini mencerminkan komitmen BNI dalam membangun jejaring bisnis yang inklusif. Setiap kota menjadi pusat kolaborasi para pelaku usaha lintas sektor yang saling terhubung dalam satu ekosistem, sekaligus berperan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang terintegrasi dengan jaringan BNI global.

BNI Indonesia National Director Setio Priyono menyatakan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan sekaligus peluang strategis untuk meningkatkan aktivitas ekspor dan memperluas kerja sama bisnis di tingkat internasional. Untuk mendukung hal tersebut, BNI menghadirkan berbagai program pelatihan dan pengembangan kapasitas, yang dirancang guna memperkuat kompetensi pelaku usaha serta mendorong pertumbuhan dan daya saing bisnis mereka di pasar global.



BNI berkomitmen mendukung program pemerintah dalam memperkuat daya saing Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia di pasar global melalui pembentukan jaringan kemitraan bisnis internasional.

"Dengan memanfaatkan jaringan BNI yang tersebar di 78 negara, para UKM bergabung sebagai anggota untuk terhubung ke dalam sistem yang telah dibangun BNI, sehingga secara langsung dapat mengakses dan menjalin kerja sama dengan partner bisnis di luar negeri. Inisiatif ini sejalan dengan tagline BNI, Local Business, Global Network," kata Priyono.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, UMKM menyumbang sekitar 61,9 persen dari total PDB Indonesia, menunjukkan peran vital sektor ini dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global. Kontribusi besar ini tidak hanya menunjukkan kapasitas UKM dalam mendukung pertumbuhan ekonomi domestik, tetapi juga menegaskan pentingnya peran organisasi seperti BNI Achievers dalam memperkuat daya saing UKM, mendorong peningkatan ekspor, serta membuka akses jaringan bisnis lebih luas di tingkat global.

 

BNI Achievers Perkuat Ekosistem BNI Global

 

BNI Achievers dibangun melalui proses yang terstruktur dan berkesinambungan, dimulai dari tahap pengenalan, penyelarasan visi, serta penguatan pemahaman para pemilik bisnis yang tergabung di dalamnya. Setiap fase dirancang untuk memastikan kesiapan anggota, keselarasan tujuan, dan terbentuknya kolaborasi yang solid.
 
Komunitas ini dikembangkan dengan pendekatan referal, yang anggota saling mendukung pertumbuhan bisnis satu sama lain melalui jejaring dan rekomendasi yang berkualitas. Proses ini kemudian berlanjut ke tahap implementasi melalui pengenalan bertahap sebelum akhirnya diresmikan melalui Grand Launch pada 23 Desember 2026. Kehadiran BNI Achievers menjadi wujud komitmen BNI dalam membangun ekosistem bisnis yang kuat, kolaboratif, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan.
 
Hal ini didukung tujuh core values yang tidak dimiliki organisasi lain yakni Givers Gain, Building Relationships, Lifelong Learning, Traditions and Innovation, Positive Attitude, Recognition, dan Accountability. "Memberi lebih dulu adalah fondasi dari kepercayaan. Saat kita memberi tanpa mengharapkan balasan, artinya sedang menanam benih bagi dunia yang lebih baik, bisnis yang sehat, dan relasi yang berkelanjutan," tambah President Director BNI Achievers, Shella Hulliselan.
 

"Melalui BNI Achievers, kami tidak hanya mendorong terbentuknya jejaring dan sinergi yang solid, tetapi juga menghadirkan ekosistem yang mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan usaha. BNI berkomitmen mendukung penguatan revenue perusahaan serta menjadikan komunitas ini sebagai channel bisnis yang efektif dan efisien bagi para anggotanya," kata Shella.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)